-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Iklan

Omed Omedan Tradisi Bukan Pornoaksi !!!!

Rabu, 26 Oktober 2022 | 13.16 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-26T06:16:48Z
Depok (depoKini) - Konon tradisi Omed-omedan berasal dari masyarakat Kerajaan Puri Oka yang terletak di Denpasar Selatan sejak abad 17. Omed-omedan merupakan tradisi unik, dimana para anak muda saling berpelukan dan saling tarik menarik secara bergantian antara dua kelompok anak muda, yang usianya berkisar 17 sampai 30 tahun.

Omed-omedan adalah tradisi para anak-anak muda di Bali, yang dilakukan saat Ngembak Geni atau hari pertama setelah perayaan Hari Raya Nyepi. Saat ini, wilayah yang masih melaksanakan tradisi ini adalah Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar, Bali.

Dalam tradisi Omed-omedan, peserta akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok wanita (taruni) dan pria (taruna). Sebelum acara dimulai, semua peserta mengikuti upacara persembahyangan di Pura Banjar. Dalam persembahyangan tersebut, mereka memohon kebersihan hati dan kelancaran dalam melaksanakan ritual Omed-omedan.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Barong Bangkung (Barong Babi) dimaksudkan untuk mengingatkan kembali peristiwa beradu sepasang babi hutan di desa ini. Saat pelaksanaan ritual, kedua kelompok saling berhadap-hadapan yang diatur oleh polisi adat (pacalang). 

Di masa lalu, masyarakat Desa Sesetan memandang tradisi Omed-omedan sebagai wujud masima krama atau dharma shanti (menjalin silaturahmi) antar sesama warga. Dalam perkembangannya, tradisi Omed-omedan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
 
Kemudian, Pemerintah dan masyarakat mengemas menjadi festival tahunan, dengan tajuk Omed-omedan Cultural Heritage yang dimeriahkan dengan bazzar dan panggung pertunjukkan. Mirisnya masyarakat diluar Bali kerap mengartikan ritual ini sebagai saling berciuman massal. (FMawero)

Foto: Istimewa

Iklan

×
Berita Terbaru Update