-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Iklan

Suku POLAHI, 3 Tuhan Dan Perkawinan Sedarah

Kamis, 16 Juni 2022 | 11.41 WIB | 0 Views Last Updated 2022-06-16T05:24:43Z


Depok (depoKini) - Indonesia adalah negara yang kaya akan suku bangsa, yang dihuni sekitar 1.340 suku bangsa, 

Oleh karena itu, tentunya banyak sekali suku terpencil dan terasingkan, yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya, mengingat wilayah Indonesia itu masih sangat luas, dan ada banyak hutan yang belum terjamah.

Bicara tentang keberadaan Suku Pedalaman, ada satu suku pedalaman yang cukup unik. Mereka adalah Suku POLAHI, yang berjuang untuk terus mempertahankan tradisi, adat dan kepercayaan mereka.

1. Asal Suku Polahi
Suku ini tinggal di daerah pedalaman hutan Sulawesi, tepatnya tersebar di beberapa di Hutan yang bernama Hutan Boliyohuto, Paguyaman, dan Suwawa di Provinsi Gorontalo. Nama Polahi sendiri berarti "pelarian". Suku ini konon awalnya adalah sekumpulan orang yang melakukan pelarian ke pedalaman hutan pada zaman pemerintahan Belanda di Indonesia, singkat ceritanya sekumpulan orang ini ingin menghindari penjajahan Belanda. Jika dilihat dari struktur fisiknya, orang suku Polahi ini diduga berasal dari daerah Maluku karena struktur fisiknya serupa dengan ras Polynesia dan mirip dengan orang maluku yang memiliki ciri tubuh kekar dan rambut ikal atau keriting.

2. Memiliki 3 Tuhan.
Tuhan suku Polahi bernama PULOHUTA, LATI dan LAUSALA.

- Kepercayaan mereka Tuhan POLUHUTA digambarkan sebagai sosok yang berkuasa atas tanah dan dicirikan sebagai Leluhur. Saat ingin membuka lahan berkebun, mereka harus meminta izin terlebih dahulu pada Tuhan POLUHUTA agar selamat dan lahan, agar kebunnya penuh keberkahan.

- LATI adalah Tuhan yang digambarkan menyerupai makhluk-makhluk kecil yang mendiami pepohonan. Jadi kalau suku Polahi hendak menebang pohon mereka harus melakukan ritual membakar menyan, dan merapal beberapa mantra untuk mengusir LATI dari tempat tinggalnya.

- LAUSALA adalah Tuhan yang mereka percayai sebagai makhluk yang selalu berkeinginan untuk membunuh masyarakat suku Polahi. Digambarkan sebagai sosok protagonis yang haus akan darah.

3. Tradisi Melakukan Perkawinan Sedarah
Jika saat ini masyarakat umumnya menganggap perkawinan sedarah (incest) sebagai sesuatu yang haram dilakukan. Suku Polahi justru melakukan perkawinan sedarah. Seperti ayah menikahi anak perempuannya atau seorang anak laki-laki menikahi ibunya sendiri. hal seperti ini sudah dianggap lumrah dan wajar dalam suku Polahi. Ada pula perkawinan sesama saudara kandung.

Keluarga Suku Polahi


4. Tidak Ada Keturunan Cacat, Walaupun Incest
Nah ini kalau dilihat dari kacamata medis, perkawinan sedarah dilarang karena anak hasil perkawinan sedarah berpeluang besar untuk cacat. Baik cacat secara fisik maupun mental. Namun anehnya, tidak ada satupun keturunan suku Polahi yang mengalami cacat, baik fisik maupun mental. Bahkan anak-anak mereka mempunyai perkembangan dan pertumbuhan yang baik.
Anak Suku Polahi Tanpa Cacat

Itulah sedikit penjelasan tentang sebuah Suku Pedalaman, yang terus bertahan hidup, dengan terus menjaga harmonisasi dengan Alam Nusantara.(FM)

Foto: Istimewa

Iklan

×
Berita Terbaru Update