-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Iklan

Nurtanio Sang Pelopor Dunia Aviasi Indonesia

Jumat, 03 Juni 2022 | 21.29 WIB | 0 Views Last Updated 2022-06-10T16:07:56Z









Depok (depoKini) - Tak banyak yang mengenal sosok Laksamana Muda Udara (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo. Nurtanio yang lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923, ia kerap mengajak sang adik, Nurprapto, pergi ke Lapangan Terbang Kalibanteng Semarang (kini Bandara Achmad Yani) untuk melihat pesawat pada akhir 1930-an.

Saat menempuh sekolah menengah tinggi teknik atau Kogyo Senmon Gakko di Sawahan, Surabaya, Karena Terinspirasi majalah kedirgantaraan Vliegwereld yang berbahasa Belanda, saat masa kekuasaan Jepang, Nurtanio mendirikan perkumpulan Junior Aero Club, dan tak dinyana bertemu RJ Salatun dan Iswahyudi.

Sepulangnya dari pendidikan Far Eastern Air Transport Incorporated (FEATI), di Manila, Filipina, ia menerima dana bantuan dari Polandia sebesar US$ 1,5 juta untuk digunakan sebagai eksperimen Depot Penyelidikan, Percobaan dan Pembuatan AURI.

Bersama Wiweko Soepono, Nurtanio membuat pesawat layang Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko-Glider) pada tahun 1947. Ia membuat pesawat pertama all metal dan fighter Indonesia yang dinamai Sikumbang, disusul dengan Kunang-kunang (mesin VW) dan Belalang, dan Gelatik (aslinya Wilga) serta mempersiapkan produksi F-27.

“Nurtanio mengubah sepenuhnya dari pesawat yang sudah ada. Pesawat tua disesuaikan dan disempurnakan menjadi lebih modern. Bukan sekadar pesawat yang bisa terbang, tapi bisa aerobatik.”(FM)

Foto: Istimewa

Iklan

×
Berita Terbaru Update