-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Iklan

Tidak Ada Jembatan Antara Jawa - Bali ???? | No Bridge Between Java - Bali ????

Senin, 30 Mei 2022 | 18.52 WIB | 0 Views Last Updated 2023-01-29T02:57:18Z


















Depok (depoKini) - Articles in English, after Articles in Indonesian.

Indonesian
Dilihat dari sejarah Pulau Bali, yang mana dalam mitologi Dang Hyang Sidimantra sengaja memutus Pulau Bali dengan Pulau Jawa.

Secara filosofis, Padmasana merupakan tempat suci yang harus dijaga kesuciannya dengan menjaga posisi manusia atau bangunan di sekitarnya harus lebih rendah.

Jembatan Selat Bali adalah gagasan almarhum Prof. Sedyatmo, seorang guru besar di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1960 disebut dengan nama Tri Nusa Bima-sakti yang berarti penghubung antara tiga pulau yaitu Pulau Sumatra, Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Dari mitologi Hindu Bali yang telah ada dalam sejarah Bali itu, menurutnya secara sekala dan niskala, Bali dengan Jawa sejak awal memang sudah dibuat sedemikian rupa, harus dibatasi laut yang merupakan salah satu filter sehingga hal-hal negatif dan pengaruh buruk dari luar Bali dan segala sesuatu dari luar Bali menjadi lebih mudah diawasi.

Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi yang bermuara di Pelabuhan Ketapang, dan jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang berakhir di Denpasar.

Jika kedua jalan tol ini jadi seutuhnya, maka dari Merak di Banten sampai Denpasar di Bali akan tersambung bebas hambatan, dengan catatan tetap harus menyeberangi Selat Bali dengan kapal Ferry karena tidak dimungkinkannya pembangunan Jembatan Selat Bali karena alasan sosio-kultural di atas.(FM)

Foto: Istimewa


English


















Judging from the history of the island of Bali, which in Dang Hyang Sidimantra's mythology deliberately cut off the island of Bali from the island of Java.

Philosophically, Padmasana is a holy place that must be kept pure by keeping the human position or the buildings around it lower.

The Bali Strait Bridge was the brainchild of the late Prof. Sedyatmo, a professor at the Bandung Institute of Technology in 1960 was called Tri Nusa Bima-sakti which means the link between the three islands namely Sumatra Island, Java Island and Bali Island.

From the Balinese Hindu mythology that has existed in Bali's history, according to him, from the beginning, from the beginning, Bali and Java were made in such a way, they must be limited by the sea which is one of the filters so that negative things and bad influences from outside Bali and everything something from outside Bali becomes easier to watch.

Currently, the government is preparing for the construction of the Probolinggo-Banyuwangi toll road which empties into the Port of Ketapang, and the Gilimanuk-Mengwi toll road which ends in Denpasar.

If these two toll roads are complete, then from Merak in Banten to Denpasar in Bali it will be connected free of obstacles, provided that you still have to cross the Bali Strait by Ferry because it is impossible to build the Bali Strait Bridge due to the socio-cultural reasons above. (FM)

Photo: Special

Iklan

×
Berita Terbaru Update