Rabu, 01 Agustus 2018

Wajah Terduga Peremas Payudara Sudah Dikenali, Polisi himbau untuk menyerahkan diri

Kapolres Depok, Kombes Pol. Didik Sugiarto
Depok, (Depokini) – Kepolisian masih memburu pelaku pelecehan seksual dengan modus remas payudara atau begal payudara yang terjadi di Depok, pada pertengahan Juli 2018 lalu. 

Kapolres Kota Depok, Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto, mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri. Sebab, wajah pelaku sudah dikenali melalui rekonstruksi. Penjahat kelamin itu diminta keluar dari tempat persembunyian dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Ya, kita imbau ke pelaku yang melakukan itu untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dan bisa menyerahkan diri ke Polres Kota Depok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kapolres Depok di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 31 Juli 2018.

Jika pelaku tidak juga menyerahkan diri, polisi akan terus memburu hingga dapat ditangkap. Dan, jika saat ditangkap pelaku melawan atau membahayakan, maka petugas akan melakukan tindakan tegas. "Yang jelas, polisi akan bertindak sesuai aturan yang ada dan yang berlaku," kata Didik dengan tegas. 

Sketsa wajah pelaku
 peremas payudara
Didik mengatakan, polisi juga meminta masyarakat untuk ikut membantu menyampaikan informasi bila melihat wajah pelaku dan segera melapor ke polisi. Wajah pelaku juga tidak hanya akan disebar di wilayah Kota Depok, melainkan di wilayah penyangga.

"Tentunya, apabila ada yang mirip semacam itu nanti kita dalami, terkait dengan orang-orang yang diinformasikan," kata Didik. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AT, mahasiswi semester enam jurusan Teknik Mesin di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Depok, menjadi korban begal payudara saat sedang menjajakan donat di Gang Swadaya II, tak jauh dari kosannya di kawasan Gang Jengkol, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis Depok, Jawa Barat sekira pukul 06.30 WIB pada Minggu 15 Juli 2018.

Pelaku sempat meremas payudara AT hingga dua kali dan memukul bagian kepala sambil mengeluarkan alat kelamin dan mengancam akan membunuh jika korban melawan. Aksi keji itu berakhir, setelah ada salah seorang warga keluar rumah begitu mendengar jeritan korban.
(MasGatot)