Senin, 30 Juli 2018

Garuda Muda U-16 cukur gundul Filipina, 8 - 0

Para pemain Timnas Indonesia U-16, tengah lakukan selebreasi sujud syukur.
Sidoarjo, (Depokini) - Timnas Filipina U-16 ditekuk dengan skor telak 0-8, kubu timnas U-16 Filipina secara legowo mengakui keunggulan Indonesia dalam laga Grup A Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (29/7/18).

Menurut pelatih timnas U-16 Filipina, Reiji Hirata, timnya memang kalah kelas dari Indonesia, yang sejak detik pertama langsung tampil menggebrak dan menekan.

“Pertama, saya ucapkan selamat untuk Indonesia. Timnas Indonesia memang jauh lebih baik dari kami. Tekanan cepat yang dibuat oleh Indonesia sejak menit awal sangat hebat, dan berhasil menjadikan gol, hal itu membuat anak asuh saya tidak bisa berkembang,” tutur Reiji kepada wartawan, termasuk Depokini. 

Selain tekanan bergelombang dari tuan rumah, Reiji menyebut kecepatan para pemain timnas U-16 Indonesia juga menjadi faktor yang sangat menyulitkan timnya untuk bisa membangun serangan.

Tekanan dan kecepatan yang tidak berimbang inilah yang dituding Reiji membuat mental para pemainnya terus anjlok sejak awal laga, hingga puncaknya di babak kedua mereka sudah tak mampu berkembang lagi dan kebobolan lebih banyak gol.

“Kecepatan para pemain Indonesia di tengah dan depan begitu luar biasa. Sangat sulit para pemain kami bisa mengimbangi mereka," kata Reiji mengakui. 

"Apalagi setelah mental kami menurun di babak kedua sehingga kami main makin terkurung dan tentu saja, timnas Indonesia bisa mencetak gol lebih banyak lagi,” kata pelatih asal Jepang ini.

Selepas turun minum, timnas U-16 Filipina memang kebobolan lebih banyak gol dibanding babak pertama, tepatnya lima gol bersarang ke gawang Filipina.

Walau demikian, Reiji juga memetik banyak pelajaran berharga dari laga ini yang akan ia pakai sebagai bahan untuk memperbaiki performa Filipina U-16 di laga berikutnya.

“Banyak yang bisa kami pelajari dan jadi bahan evaluasi. Saya berjanji, kami akan terus memperbaiki diri untuk laga selanjutnya,” pungkasnya. 
(Cak To - MasGatot)