Rabu, 31 Oktober 2018

Nilai dan Makna Kepahlawanan di era Milenia

Standarkiaa Latief, Ketua Umum ReNas PAS MANTAB (baju hitam) dan Ir. Iwan Lesmana, Sekretaris Jenderal ReNas PAS MANTAB (baju putih)
Jakarta, (Depokini) - Standarkiaa Latief selaku Ketua Umum Relawan Nasional (ReNas) PAS MANTAB mengatakan bahwa semangat untuk berbuat bagi bangsa dan negara di era milenia saat ini memang menjadi sikap yang  sangat dibutuhkan, mengingat tantangan yang di hadapi bangsa saat ini dan kedepan sangat berat, banyak persoalan bangsa yang musti di tuntaskan dengan semangat tanpa pamrih, semangat demi bangsa dan negara, semangat berjuang sampai titik darah penghabisan dan semangat pantang menyerah, sebagaimana yang telah di perbuat oleh para pahlawan bangsa terdahulu, kata bung Kiaa membuka perbincangan dengan Depokini seputar makna dan nilai kepahlawanan di era milenia, pada selasa, (31/10/2018).

Baginya, meneladani sikap para Pahlawan Bangsa adalah sebuah sikap yang memang semestinya dimiliki oleh generasi penerus perjalanan bangsa, agar negara ini tidak tersesat jauh dari cita cita Proklamasi 1945, lanjut bung Kiaa bersemangat.

"negara besar seperti Indonesia ini jangan sampai salah kelola, kalau sampai salah kelola maka akan berakibat fatal bagi bangsa dan negara, seperti saat ini, salah kelola, ga jelas arahnya, masa negeri yang gemah ripah loh jinawi, rakyatnya hidup dalam kemiskinan, yang sejahtera dan makmur hanya mereka yang berada di seputar lingkaran kekuasaan serta asing dan aseng," papar bung Kiaa serius. 

Sebentar lagi 10 Nopember, Hari Pahlawan, semangat kepahlawanan yang berjibaku demi bangsa dan negara harus menjadi "marwah" dalam membangun negara, jangan semangat demi kelompok atau partai tertentu atau demi cukong asing dan aseng, harus demi bangsa dan negara, jadi memaknai Hari Pahlawan bukan saja dengan seremonial, memaknainya harus dengan sikap dan perbuatan yang kesemuanya bermura demi kepentingan bangsa dan negara, tanpa reserve. Rakyat, Bangsa dan Negara adalah hal yang utama dalam memaknai Hari Pahlawan,  tegas bung Kiaa.

Sementara di tempat yang sama, Ir. Iwan Lesmana yang merupakan Sekretaris Jenderal ReNas PAS MANTAB juga mengamini apa yang dinyatakan oleh bung Kiaa, seraya menambahkan, bahwa keberpihakan negara kepada rakyat baru pada taraf seremonial belaka dan beraroma kepentingan politik sesaat, seperti saat ini, jelang pilleg dan pilpres, rakyat akan dielus, didekati, selepas moment tersebut, rakyat akan ditinggalkan, kata bung Iwan.

Dirinya juga mengatakan, bahwa ReNas PAS MANTAB punya program yang berbeda dengan relawan lainnya, ReNas PAS MANTAB mendukung Prabowo-Sandi untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada pilpres 2019 ini, ReNas PAS MANTAB berjuang melalui jaringan rakyat semesta untuk membangun ekonomi kerakyatan sebagai soko guru perekononian bangsa, rakyat sudah mesti sejahtera,  dan dalam pandangan ReNas PAS MANTAB, pasangan Probowo-Sandi sangat PAS MANTAB, untuk mensukseskan program tersebut, pungkas bung Iwan. (MasGatot)