Senin, 13 Agustus 2018

Razia PSK dan PMKS di Depok, 2 orang PSK kena Sifilis Reaktif

Depok, (Depokini) - Petugas Satpol PP Kota Depok pada Sabtu (11/8) hingga Minggu (12/8) pagi, merazia wanita diduga pekerja seks komersial (PSK) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). 44 terdiri dari 15 wanita diduga PSK dan seorang pemasang spanduk liar serta 28 PMKS ditangkap dalam razia tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto mengatakan, dari 15 wanita diduga sebagai PSK terjaring, enam perempuan beroperasi di beberapa panti pijat di Jalan Raya Bogor dan Jalan Tole Iskandar. Sementara sembilan wanita diduga sebagai PSK lainnya dijaring saat beroperasi di apartemen Margonda Residence (Mares) IV di Jalan Margonda, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

"Selain menjaring para wanita pekerja seks, kami juga memberi peringatan keras terhadap pengelola panti pijat dan pengelola apartemen Mares," kata Yayan, Minggu (12/8).

Mereka yang terjaring kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Depok untuk menjalani tes kesehatan. "Lalu mereka kita lakukan pemeriksaan urine dan darah untuk tes narkoba dan tes kesehatan serta HIV terhadap mereka," tukasnya.

Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan (Transmas, Tibum dan Pamwal) Satpol PP Kota Depok, Kusumo mengatakan, selain wajib menjalani tes urine dan tes kesehatan, mereka yang terjaring razia juga didata dan akan dilakukan pembinaan kepada mereka dengan berkordinasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok. Dari 15 wanita PSK yang diamankan, pihakya dari panti pijat dan apartemen di Depok, diketahui enam di antaranya positif narkoba dan dua orang terkena sifilis reaktif.

Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan tes urine dan darah sebagai bentuk tes narkoba dan tes kesehatan serta HIV kepada 44 orang yang terjaring operasi pekat. "Dari tes urine dan tes darah kepada mereka, diketahui enam orang positif narkoba dan dua orang positif sipilis. Delapan orang yang positif narkoba dan sipilis itu semuanya ada wanita pekerja seks komersil," pungkasnya.
(MasGatot)