Selasa, 07 Agustus 2018

90 Miliar untuk Bangun Alun-alun dengan konsep Ruang Terbuka Hijau terpadu

Ilustrasi alun alun dengan konsep Ruang Terbuka Hijau (ft. Istw) 
Depok, (Depokini) -  Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menganggarkan Rp 90 miliar untuk pembangunan alun-alun Depok di lahan dekat Grand Depok City (GDC).

Luas lahan untuk pembangunan itu mencapai 3,7 hektar.

“Anggarannya kurang lebih Rp 90 miliar memakai dana APBD, ini masih perhitungan kasar, detailnya masih dihitung,” ucap Kepala Seksi Pembangunan Gedung Pemerintah dan Fasilitas Publik, Sriyanto saat dihubungi, Senin (6/8/2018).

Menurut dia, anggaran dana pembangunan alun-alun Kota Depok sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021.

Saat ini, pembangunan alun-alun tersebut masih dalam tahap lelang.

Pemkot Depok menargetkan, pembangunan mulai dilakukan September mendatang.

“Alun-alun menjadi janji Wali Kota Depok terpilih saat kampanye. Jadi harus direalisasikan, saat ini masih dalam tahap pelelangan. Insya Allah Agustus pertengahan kita targetkan lelang sudah mendapatkan titik temu," ucap dia.

Sriyanto mengatakan, pembangunan ini akan dibagi dalam dua tahap.

Pertama, diawali dengan perataan lahan, penataan ruangan yang ada, serta merapikan lahan yang kini masih kosong,

Setelah itu, pembangunan fisik.

“Tahun 2018 ini ada pekerjaan perencanaan dan pekerjaan fisiknya kurang lebih 1/3 dari total pekerjaan fisik yang ada. Di tahun 2019 penyelesaian sisa fisik pekerjaannya,” ucap dia.

Nantinya, alun-alun Depok ini berkonsep ruang terbuka hijau (RTH) dan dilengkapi sentra usaha mikro, jogging track, taman baca, kantin, rumah ibadah, dan sejumlah sarana olahraga yang bisa digunakan untuk umum.

"Karena konsepnya terpadu, jadi bukan hanya ruang terbuka hijau. Tapi, ruang publik yang ramah anak dan lansia juga," ucap dia.

Sriyanto mengatakan, tahun 2019 nantinya alun-alun ini ditambahkan pendopo untuk warga sekitar.

Desain alun-alun ini dipilih dari hasi sayembara desain berbagai perusahaan.

“Desain kemarin dari sayembara. direncanakan oleh konsultan PT Virama Karya,” kata dia.
(MasGat)