Selasa, 26 Juni 2018

Terkait surat edaran Partai Demokrat Jatim, ini kata Kyai Sepuh: ga percaya sama surat edaran tersebut

Janji-ikrar Pakde Karwo dihadapan Kyai (kiri) dan Surat Edaran Partai Demokrat (kanan) 
Jawa Timur, (Depokini)- Jelang hari pencoblosan  Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, viral di media sosial dan WhatsApp, adanya  surat edaran Partai Demokrat yang berisi ajakan Ketua Demokrat Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) untuk memilih Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Surat edaran tersebut  ditandatangani ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Pakde Karwo dan Renville  Antonio selaku Sekretaris, surat  bertanggal 23 Juni 2018. Sekretaris Partai. 

Janji dan ikrar Pakde Karwo
dibuat pada Januari 2013
saat maju pilgub Jatim
 bersama Gus Iful
Bersamaan dengan itu, beredar juga ikrar dan janji Pakde Karwo di hadapan para masyayikh dan kiai-kiai sepuh di Ponpes Al-Falah, Ploso, Kediri. Salah satu isi ikrar Pakde Karwo adalah mempersiapkan dan mendukung Gus Ipul untuk menjadi gubernur Jawa Timur. Ikrar kesepakatan itu bermaterai dan ditandatangani Pakde Karwo serta lima kiai sepuh, yaitu KH Zainuddin Djazuli, KH Nurul Huda Djazuli, KH Idris Marzuki, KH Anwar Manshur, dan KH Anwar Iskandar.

"Komitmen tersebut akan kami pertanggungjawabkan secara sungguh-sungguh di hadapan Allah SWT dan di hadapan para ulama," tulis Pakde Karwo di surat itu.

Selain janji Pakde Karwo, juga beredar foto Pakde Karwo menyerahkan kertas berisi ikrar janji tersebut kepada para masyayikh dan kiai sepuh. Peristiwa itu terjadi pada 12 Januari 2013, ketika itu  Pakde Karwo berharap restu dari para kiai saat akan maju Pilgub Jatim 2013 bersama Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

"Saya adalah saksi hidup janji Pakde Karwo kepada para masyayikh dan kiai sepuh. Surat aslinya ada, foto penyerahan surat janji itu juga ada," Dr KH Ahmad Fahrur Rozi, pengasuh Pesantren An Nur Bululawang I, Malang yang juga Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI) Jawa Timur.

Gus Fahrur mengaku mendapat banyak pertanyaan dari para kiai sepuh di Jawa Timur yang selama ini tulus mendukung Pakde Karwo dalam sepuluh tahun terakhir.

"Para kiai sepuh bertanya, apa benar Pakde Karwo membuat surat itu?" ujarnya di Surabaya, Minggu (24/6/2018).

Gus Fahrur memperlihatkan
Janji dan ikrar Pakde Karwo
sebagai jejak digital
Gus Fahrur mengatakan, sampai saat ini para kiai masih belum percaya surat edaran yang berisi ajakan Pakde Karwo untuk mengajak masyarakat Jatim untuk memilih  calon selain Gus Ipul.

"Karena para masyayikh dan kiai sepuh menilai bahwa ikrar yang dibuat Pakde Karwo itu adalah ikatan yang tulus, ikatan moral. Pakde Karwo ketika itu menulis dengan ketulusan. Makanya para kiai tidak percaya dengan surat edaran (Partai Demokrat), apalagi Pakde Karwo tidak pernah mengeluarkan statement apapun," ujarnya.

Dalam beberapa kali pertemuan dengan para kiai sepuh, Pakde Karwo juga selalu menyatakan bahwa dia tidak akan melupakan hubungan baik dengan para kiai. Pakde Karwo juga selalu menyatakan bahwa dirinya takzim kepada para kiai sepuh.

"Sepuluh tahun lalu, lima tahun lalu, para kiai dengan penuh ketulusan dan bersusah-susah mendukung Pakde Karwo. Saya kira itu tidak akan mudah dilupakan oleh Pakde Karwo," pungkas Gus Fahrur