Selasa, 05 Juni 2018

PDIP siapkan strategi akhir pemenangan paslon Hasanah di Pilgub Jabar 2018

Hasto Sekretaris Jenderal DPP PDIP
Bandung, (Depokini) - Tiga pekan menjelang pencoblosan gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar rapat konsolidasi dan koordinasi untuk memantapkan strategi pemenangan calon yang mereka usung. Rapat itu dihadiri ribuan kader dan relawan yang merupakan perwakilan kantor PDIP tingkat kecamatan.

“Semangat untuk memenangi pemilihan kepala daerah 2018 sangat tinggi bagi kader,  karena kami melihat bahwa radikalisme dan terorisme menjadi ancaman yang nyata,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Bandung, Minggu, 3 Juni 2018.

Hasto mengatakan, dalam konsolidasi diputuskan bahwa seluruh pengurus partai, kader, hingga simpatisan akan bergerak memenangkan pasangan T.B. Hasanuddin-Anton Charliyan atau Hasanah dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat. Adapun dana kampanye yang berhasil dikumpulkan sekitar Rp 5 miliar akan digunakan untuk membiayai jurus akhir pemenangan, yakni kampanye dari pintu ke pintu, serta membayar sekitar 75 ribu saksi pada hari pemilihan.

Hasto saat berada di Kantor DPP PDIP
 yang lama, jln raya Lenteng agung
Hasanuddin mengatakan sekitar 450 ribu relawan akan dikerahkan untuk mengetuk pintu rumah warga dan mengajak mereka memilihnya. Mereka akan bekerja hingga 27 Juni mendatang sambil membawa selebaran serta menjelaskan visi dan misi.

Sementara itu, hasil survei terbaru dari Litbang Kompas pekan lalu menunjukkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih unggul dalam kontestasi pilkada Jawa Barat. Elektabilitas keduanya sebesar 40,4 persen, lalu disusul pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebesar 39,1 persen.

Di posisi ketiga, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memperoleh elektabilitas 11,4 persen, sedangkan Hasanuddin-Anton Charliyan hanya 4,1 persen. Hasanuddin memilih menutup mata terhadap hasil survei itu dan yakin bakal dipilih warga Jawa Barat nantinya. “Itu survei politik saja,” kata dia.

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pasangan yang diusung partainya, Deddy-Dedi, masih memiliki waktu untuk mengejar elektabilitas Ridwan-Uu yang hanya terpaut 1,3 persen. Menurut dia, meski terpaut tipis, elektabilitas Deddy-Dedi cenderung naik dan tidak turun seperti Ridwan-Uu.
(Asep)