Jumat, 01 Juni 2018

Hari ini, Tanggal 1 Juni, Hari Lahirnya Pancasila, Pernah ikut penataran P4 dan masih ingatkah dengan 36 butir Pancasila ?

Gambar ilustrasi 1Juni hari lahir Pancasila (istw) 
Jakarta, (depokini) - Hari ini tanggal 1 Juni, yang merupakan Hari Lahirnya Pancasila. Dikala era Orde Baru berkuasa, Pancasila menjadi pilihan utama perekat Kebhinekaan bangsa ini. 

Di era kepemimpinan Seoharto, program Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau yang akrab dengan P4, menjadi prasyarat mutlak untuk menjadi PNS dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas. 
Pemerintah Orde Baru tidak main-main dalam mengamankan, menghayatkan dan mengamalkan nilai nilai luhur daripada Dasar Negara Republik Indonesia, Pancasila. 

Di era kekinian, sepertinya anak bangsa Indonesia tengah mengalami kegamangan terhadap Pancasila sebagai perekat kebhinekaan, bahkan sempat viral "Saya Indonesia, Saya Pancasila" - entah apa makna kalimat tersebut, sebagai bentuk pengakuan, atau bentuk kegamangan, atau bahkan bermakna dikotomi antara : saya, anda dan kita atau kami. 

Karena hari ini adalah hari lahir Pancasila yang merupakan Dasar Negara dan sebagai perekat kebhinekaan maka, polemik terkait kalimat "Saya Indonesia, Saya Pancasila" tidak dibahas lebih jauh. 

Sebagai pengingat, tatkala era Orde Baru, sebagaimana dikemukan diatas, ada dikenal program P4 dengan 36 butir-butir Pancasila nya, ini, kami paparkan kembali butir-butir Pancasila yang sudah lama dilupakan agar ada jejak digitalnya.

Ilustrasi P4 dan 36 butir Pancasila
di era Orde Baru (istw) 
BUTIR-BUTIR PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA
  
Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir Penghayatan dan Pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

36 Butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang : Ekaprasetia Pancakarsa.

I. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA

1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

II. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3.Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Ilustrasi Piagam
bagi yg telah memgikuti
program P4 (istw) 
III. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA

1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

 IV. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN

1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

1.Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
2. Bersikap adil.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak-hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak bersifat boros.
8. Tidak bergaya hidup mewah.
9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10. Suka bekerja keras.
11. Menghargai hasil karya orang lain. 
12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.  

#PekanPancasila
(GDP)