Senin, 04 Juni 2018

Aher : isyarat Kemenangan Pasangam Asyik sudah di depan mata

Aher diapit pasangan Asyik
Bandung, (Depokini) - Seluruh kader dan simpatisan pasangan calon gubernur, Sudrajat-Ahmad Syaikhu diminta untuk fokus. Pasalnya, tanda / isyarat kemenangan pasangan yang diusung PKS, PAN dan Gerindra itu dinilai sudah di depan mata.

Meroket di survei, pasangan Asyik dinilai bisa jadi 'Kuda Hitam' di Pilgub Jabar
Demikian disampaikan Ahmad Heryawan (Aher) dalam acara konsolidasi seluruh Tim Pemenangan Asyik dan ratusan relawan Asyik dari 27 kabupaten/kota di Jabar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Syaikhu tengah pimpin doa
 saat kampanye pasangan Asyik
Gubernur Jawa Barat itu mendasarkan klaimnya dengan mengacu tren hasil survei Asyik yang terus naik, sementara paslon lainnya cenderung masih tidak berubah.

Seperti diketahui, dalam hasil survei litbang Kompas, periode Mei 2018 Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menempati urutan pertama dengan elektabilitas mencapai 40,4 persen. Mereka dibuntuti pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan perolehan 39,1 persen.

Sementara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memiliki tingkat elektabilitas 11,4%, sedangkan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan hanya 4,1%. Namun, masih ada 5% responden yang tidak menjawab.

Survei ini melibatkan 800 responden berusia 17 tahun yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan proporsional bertingkat berdasarkan jumlah penduduk di setiap wilayah Provinsi Jabar.

Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan nirpencuplikan penelitian 3,46 persen.

"Asyik akan menang pada Pilkada 27 Juni mendatang dan saya harus mengatakan, aura kemenangan itu sudah hadir di hadapan kita," ujar Ahmad Heryawan melalui rilis yang diterima, Minggu (3/6/2018).

Hasil survei harus menjadi pemantik semangat seluruh tim pemenangan dan relawan untuk memenangkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Aher ini menjelaskan, dari total jumlah kursi partai pengusung Asyik, yakni Gerindra, PKS, dan PAN, Asyik sudah mengantongi modal 27 persen suara.

"Dari PKS, Partai Gerindra, PAN, total memiliki 27 kursi di DPRD Jawa Barat dari total kursi di DPRD Jawa Barat sebanyak 100 kursi. Artinya, Asyik sudah memiliki 27 persen (suara) sebagai modal dasar," terangnya.

"Itu belum ditambah irisan PPP Djan Farid dan PBB (pendukung Asyik) yang akan menarik berbagai segmen suara, termasuk yang sebelumnya tidak pernah nyoblos ditambah suara dari para relawan," ia menambahkan.

Potensi suara pendukung Asyik pun disebut bersifat laten. Menurutnya, variabel laten tersebut belum teraba oleh lembaga survei

"Ada pemilih yang jelas-jelas akan memilih pasangan Asyik belum teraba oleh survei. Survei tidak berhasil merabanya, padahal suaranya ada dan suara tersebut kita pastikan sudah memilih pasangan Asyik," tegas Gubernur Jabar ini. 

Mengacu pada pengalaman di Pilgub Jabar 2008 dan 2013 lalu, kata Aher, hasil survei berbanding terbalik dengan hasil pencoblosan.

Aher yang berpasangan dengan Dede Yusuf di Pilgub Jabar 2008 dan berpasangan dengan Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2013 akhirnya dinyatakan sebagai pemenang, meskipun hasil survei di kedua pilgub itu dinyatakan kalah.

"Insya Allah, mudah-mudahan fenomena itu terulang kembali pada 2018. Boleh jadi Asyik kalah dalam survei, namun menang dalam pilkada, Insya Allah," pungkasnya.