Minggu, 17 Juni 2018

30 persen lebih "Swing Voters" bakal jadi penentu siapa yang terpilih jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018

Ilustrasi swing votter (istimewa) 
Bandung, (Depokini) - Memasuki pekan terakhir masa kampanye, empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, nampaknya bakal fokus berebut suara swing voters.

Pengamat Politik Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan, mengatakan bahwa jumlah swing voters di Jawa Barat mencapai lebih dari 30 persen. 

"Pilgub ini menjadi ajang perang strategi antarpaslon untuk meyakinkan swing voters. Swing voters ini bisa menjadi penentu kemenangan," ujar Asep belum lama ini. 

Keempat paslon pilgub jabar 2018
yang berebut suara swing votter
Asep menjelaskan, suara swing voters belum tentu diraih pasangan dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan hasil survey, yang saat ini dimiliki, oleh dua pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Menurut Asep, Paslon yang berpotensi mendapatkan raihan suara swing voters adalah Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik). Sebab partai pengusung mereka, PKS, memiliki mesin partai paling efektif. 

Mesin PKS, lanjut Asep, masih sangat efektif dan belum mampu ditandingi mesin partai lain. PKS mampu bergerak masif dan militan tanpa logistik sekalipun.

Karena bagi kader PKS memenangkan pasangan Asyik (Sudrajat - Ahmad Syaikhu) merupakan bagian dari ibadah.

"itu sudah terbukti dalam Pilgub Jawa Barat 2008 dan 2013 lalu, di mana mesin dan kader PKS sangat efektif dan akhirnya menang. Kondisi serupa juga terjadi di Pilgub DKI kemarin," tuturnya.

Swing voters, lanjut Asep, terbagi dalam tiga kategori, yakni Pertama, calon pemilih yang belum mengetahui data kandidat paslon termasuk program kerjanya.

Kedua, swing votter yang tidak berafiliasi secara politik, dan yang ketiga adalah, calon pemilih (swing votter) yang sudah menetapkan pilihannya namun tidak dinyatakan secara terbuka.

"Saat ini, jumlah swing voters di Pilgub Jabar saya prediksi masih besar, angkanya di atas 30 persen dari total DPT sekitar 31 juta. Dan di hari hari menjelang  pencoblosan nanti, mungkin jumlahnya akan berkurang hingga 10 persen, karena sudah mantab menetapkan pilihannya," kata Asep menjelaskan. 
(GDP)