Sabtu, 12 Mei 2018

UngQ.., sulap limbah Styrofoam jadi karya seni berkelas dunia

UngQ (kiri berkaus sngliet) bersama keluarga di workshopnya
Depok, (depoKini)- Styrofoam adalah sepenggal kata yang sudah akrab ditelinga dan masyarakat banyak yang juga memanfaakan styrofoam, dan saat ini sudah semakin tak terbendung, berbagai produk berbahan styrofoam banyak dihasilkan, seperti, piring, mangkok, sendok, kotak pembungkus panganan. 

Styrofoam ini masuk dalam kategori limbah yang tak terurai. 

Berapa banyak limbah Styrofoam yang dihasilkan dalam satu komunitas masyarakat per harinya, dan hal itu menjadi persoalan tersendiri, dan hingga kini belum terpecahkan bagaimana memanfaatkan limbah Styrofoam tersebut. 

Karya seni dari limbah Styrofoam 
Fauzi iIlyas P. Toemeungte adalah nama lengkap penggagas Pemanfaat limbah Styrofoam, yang ditangannya limbah Styrofoam tersebut "disulap" menjadi karya seni yang berkelas. DepoKini dalam satu kesempatan menyambangi kediaman sekaligus tempatnya berkreasi karya seni. 

"Limbah Styrofoam sudah sangat mengkhawatirkan, utamanya bagi lingkungan hidup, banyak sekali limbah berbahan Styrofoam, dari mulai piring, mangkok hingga berbagai ucapan karangan bunga yang juga menggunakan Styrofoam, dan limbah Styrofoam Ini limbah abadi, tak bisa diurai," papar seniman bersahaja yang akrab di sapa UngQ ini memulai pembicaraan. 

Lalu, kata UngQ lagi, "melihat banyaknya limbah Styrofoam, saya merenungi dan berpikir bahwa limbah Styrofoam ini bisa juga dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai karya seni yang berkelas tinggi," imbuh UngQ

Dalam pantauan DepoKini, Karya seni berbahan limbah Styrofoam hasil "sulapan" UngQ Ini memang patut untuk di publikasikan sebagai karya anak bangsa, banyak karya seni yang sudah dihasilkan, antara lain, patung kepala kuda, replika guitar, hingga sketsel pelaminan, yang kesemuanya berbahan dasar limbah Styrofoam dan berkelas dunia. 

Karya seni yang tengah di siapkan
Sebagaimana yang diutarakan oleh UngQ pada DepoKini, bahwa karyanya banyak diminati, bukan saja dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri, seperti dari Belanda, Australia, Itali, India, tetapi kendala klasiklah yang menjadi hambatannya, yakni permodalan. 
"Karya seni limbah Styrofoam ini peminatnya bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari manca negara, tetapi permodalan menjadi kendalanya," ungkap Ungkap UngQ serius. 

Dirinya berharap, adanya pihak, baik pemerintah atau pun swasta yang peduli pada daur ulang limbah Styrofoam seraya mengembangkan kreatifitas dan potensi generasi muda, untuk dapat bekerjasama dengannya. 

Saat ini, dirinya tengah berkonsentrasi membuat berbagai karya seni berbahan dasar limbah Styrofoam, sebagai bentuk kepeduliannya pada  pelestarian lingkungan hidup dan pengembangan daya kreatifitas seni, utamanya bagi generasi muda, untuk mau mengeksplorasi potensi yang di miliki.