Sabtu, 19 Mei 2018

Satpol PP Kota Depok, tertibkan pedagang takjil

Petugas Satpol PP kota Depok tengah menggeser tenda pedagang takjil di sekitar Grand Depok City (GDC) kawasan tsb menuju kediaman Walikota Depok
Depok, artikel (depoKini) - Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Depok menertibkan sejumlah lapak pedagang takjil di kawasan Grand Depok City (GDC), yang mana daerah tersebut adalah akses menuju kediaman Wali Kota Depok, KH  M. Idris penertiban dilakukan pada Jumat 18 Mei 2018. Petugas menilai, para pedagang kaki lima (PKL) musiman itu biang kemacetan.

"Di kawasan tempat pedagang  bikin macet jadi terpaksa kami tertibkan," kata Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Ariyanto kepada wartawan.

Sayangnya Yayan enggan berkomentar banyak terkait aksi penertiban tersebut. "Penertiban ini kami lakukan secara bersama dengan pihak terkait," katanya singkat.

Aksi penertiban yang dilakukan petugas tentu saja dikeluhkan para pedagang. Terlebih, dalam penertiban kali ini tidak ada surat peringatan ataupun pemberitahuan.

"Tiap tahun kami dagang takjil di sini, tapi baru kali ini digusur. Aneh, sebelumnya enggak ada surat peringatan," ucap Indah, salah satu pedagang takjil kepada wartawan.

Kesedihan pedagang semakin menjadi lantaran untuk berjualan di sini mereka telah mengeluarkan uang yang lumayan besar, sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribuan per lapak. Itu belum ditambah dengan biaya kebersihan dan keamanan.

"Ya bayarlah, tergantung lapaknya pak," kata salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya. Sayangnya, sejumlah pedagang enggan memberitahu siapa oknum pemungut bayaran tersebut.

Sementara itu, pantauan DepoKini, tidak ada lapak pedagang yang diangkut petugas. Mereka (SatpolPP) hanya menggotong lapak pedagang agar tidak berada di bahu jalan, melainkan mundur hingga beberapa meter di atas trotoar. Penertiban ini sempat diwarnai protes sejumlah pedagang, namun berakhir kondusif. 
(GDP)