Minggu, 22 April 2018

Srikandi Pemuda Pancasila siap perangi Narkoba

Sarimaya, Ketua DPN Srikandi Pemuda Pancasila (kedua dari kanan) photo istw
Jakarta, (depoKini) - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2018, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Srikandi Pemuda Pancasila (PP), Sarimaya menggagas sebuah kegiatan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan tersebut berbentuk Pelatihan bertema 'Srikandi Pemuda Pancasila Peduli Generasi Muda Perang Melawan Narkoba' yang akan digelar di Club House L’Avenue Apartment, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

Pelatihan yang akan dilaksanakan siang ini, Minggu 22 April 2018 sejak pukul 13.00 s.d 16.30 WIB.

Narasumber yang akan dihadirkan antara lain, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari, dan Direktur GMDM (Gerakan Mencegah Daripada Mengobati) Jefri Tommy Tambayong.

Sarimaya, Ketua DPN
Srikandi Pemuda Pancasila
Srikandi Pemuda Pancasila juga akan menghadirkan Fitria Elvy Sukaesih untuk memberikan testimoni adalah Fitria Elvie Sukaesih. Seperti diketahui ada beberapa anggotanya yang menjadi korban keganasan tergantungan natkoba dan akhirnya terjerat dalam kasus narkoba.

Selain Fitria, DPN Srikandi Pemuda Pancasila juga akan menghadirkan Hengky Tornando, artis nasional yang juga pernah terjerat narkoba dan kini sudah menjadi seorang pendakwah.

Peringatan Hari Kartini yang dilakukan DPN Srikandi Pemuda Pancasila dengan menggelar Pelatihan Anti Narkoba, tentu dimaksudkan dalam rangka mengawal misi Srikandi Pemuda Pancasila, untuk mengisi pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang. 

"Tugas berat Srikandi Pemuda Pancasila, memang salah satunya adalah membentengi kaum perempuan Indonesia khususnya anggota Srikandi Pemuda Pancasila dari pengaruh buruk eksternal dan salah satunya yang perlu diantisipasi adalah pengaruh narkoba," ujarnya melalui rilis yang diterima awak media, Sabtu (21/4/2018).

Untuk itulah, sejak jauh hari DPN Srikandi Pemuda Pancasila ingin melakukan antisipasi dari segala kemungkinan. Dengan adanya pelatihan ini, DPN Srikandi Pemuda Pancasila berkeinginan semua perempuan di Srikandi Pemuda Pancasila khususnya, dan semua perempuan Indonesia pada umumnya turut menjadi garda terdepan dalam mencegah maupun memerangi penyalahgunaan narkoba.

"Hal ini dilakukan, karena dari tahun ke tahun kasus narkoba di Indonesia tidak pernah surut," kata Sarimaya. 

Tahun 2017, BNN merilis ada 423 kasus narkoba dengan 597 tersangka. Dari 597 tersangka, hanya 5 yang berstatus WNA, sementara yang berstatus WNI mencapai 592 orang. 

Dari sekian tersangka, BNN berhasil menyita 236.306 gram Sabu, 108.590 butir ekstasi, 61.363 gram ganja, 4,60 gram heroin, 3,49 kokain, dan banyak narkoba jenis lain. Yang mencengangkan, ada 800 narkoba jenis baru yang muncul di dunia, 65 di antaranya ada di Indonesia. 

"Kondisi itulah yang menyebabkan DPN Srikandi Pancasila merasa prihatin dan mencoba berkontribusi membantu negara memerangi narkoba apapun risikonya," tutur Ketua DPN Srikandi Pemuda Pancasila ini serius.

Kontribusi ini, kata Sarimaya, tentu sebagai salah satu cara Srikandi Pemuda Pancasila menunjukkan kepada bangsa Indonesia betapa pentingnya semua elemen Bangsa saling bekerja sama mengantisipasi daya rusak narkoba yang mungkin masuk ke dalam lingkungan kita semua. 

"Lebih baik mencegah, daripada mengobati. Barangkali semangat itulah yang menyebabkan DPN Srikandi Pemuda Pancasila memilih melaksanakan agenda ini, dengan tidak mengabaikan kegiatan positif lainnya," pungkasnya bersemangat. (GDP)