Jumat, 27 April 2018

19 tahun kota Depok, Walikota dan Wakil Walikota, terbuka berbagi cerita dan harapan

Depok, (DepoKini) - Setelah usai upacara dan berkeliling sambangi stand di pameran hasil produk Usaha Mikro binaan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan stand Pameran Kinerja Dinas, KH. Muhammad Idris dan Pradi Supriatna, menyempatkan waktu untuk bercengkerama dengan awak media, kedua pucuk pimpinan Pemerintahan Kota Depok tersebut didampingi oleh istrinya masing masing.

Dialog santai tersebut di lakukan di taman depan masjid Baitul Kamal.
Walikota membuka dialog khusus dan santai itu dengan bercerita kondisi Kota Depok jauh sebelum seperti saat ini.

"dulu..,kalau ke depok, naik mobil, jalannya tidak sebagus sekarang.." kata Idris membuka obrolan.

Lalu lanjutnya, kata walikota, "kalau tidak salah sampai saat ini, jalan margonda sudah 3 atau 4 kali di lebarkan.." imbuh Walikota.

Idris juga mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Depok saat ini sudah dan tengah melaksanakan program pemerataan pembangunan untuk seluruh wilayah Kota Depok, yang semuanya tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) sampai tahun 2045 yang menjadikan Depok sebagai kota hunian, perdagangan dan jasa yang berwawasan lingkungan.

Dirinya juga menyampaikan Terkait tema yang diusung pada hari jadi Kota Depok ke 19, "cerdas dan berbudaya" bukan tanpa alasan, Walikota Berharap warga Depok dapat menjadi familiar dengan berbagai aplikasi elektronik yang kini tengah di luncurkan oleh pemerintah pusat, tema "cerdas dan berbudaya" adalah dalam rangka menjawab tantangan kedepan yang serba elektronik, pemerintah pusat telah merilis 10 kota di Indonesia sebagai kota percontohan layanan berbasis aplikasi elektronik, dan Depok adalah salah satu dari 10 kota yang masuk dalam rilis  pemerintah pusat. Dan untuk menjawab hal tersebut saat ini tengah di rancang sebuah system monitoring dari ruang kerja Walikota dan Wakil Walikota untuk memantau Depok sampai ke pojoknya, papar pa Kyai, sapaan akrab Walikota Depok ini.

Masih dengan mimik yang sungguh sungguh, Walikota juga menyampaikan Pekerjaan Rumah (PR) adalah bagaimana Depok menambah fasilitas publik seperti infra sttuktur jalan, selain itu kota depok bakal dapat bonus demografi pada tahun 2030 sekitar 8 juta jiwa. 
Lalu lanjut Walikota, infra sttuktur jalan belum bertambah ruasnya sementara volume kendaraan terus bertambah, saat ini dengan jumlah penduduk yang 2 juta lebih, jumlah volume kendaraan di Depok sudah mencapai 1,2 juta kendaraan, ini PR dan tantangan untuk kita jawab dan atasi bersama, kata Idris serius.

Walikota menyampaikan program yang sudah tercapai, antara lain dana intensif RT, RW dan LPM serta intensif guru honor, yang sekarang sudah mencapai satu juta lebih, dari semula berkisar 400 ribu/bulan. 

Sementara terkait yang belum dicapai, Idris memaparkan, antara lain, pembangunan alun alun kota Depok, yang baru terealisasi 70 % , dalam artian lahan sudah di bebaskan, tinggal lelang kontruksinya, diharapkan tahun ini lelang bisa dilaksanakan, lalu RSUD wilayah timur, tanah sudah di bidik, dengan nilai tanah 40 - 50 milyar rupiah, seluas 1,5 Ha, adapun lokasinya masih dirahasiakan, dengan alasan khawatir harga tanahnya jadi melambung, 
"lokasi tanah untuk RSUD wilayah timur, masih dirahasiakan, takut kedengaran "biong tanah" (red:calo tanah) nanti harganya bisa melambung" terang Suami Bunda Elly Farida ini.

Lalu kata walikota lagi, yang belum tercapai adalah program taman kota, taman di setiap kelurahan dengan luas minimal 500 meter, dari 63 kelurahan saat ini baru 20 kelurahan yang sudah ada tamannya, selain itu sekolah, untuk SD sudah tidak ada yang numpang, tapi yang menumpang masih ada, masih ada 3 SMP yang belum dibangun gedungnya, kendalanya di pembelian lahan, artinya lokasi lahan yang kurang cocok untuk pendidikan.

Di penghujung bincang santai dengan awak media tercapai program yang sudah dan belum tercapai, Walikota optimis di sisa waktu kepemimpinnya yang sekitar 2,5 tahun lagi, program program yang belum tercapai dapat di selesaikan tepat waktu, sepanjang tidak ada kendala medis, kendala teknis dan kendala hukum, untuk itu dirinya bersama Wakil Walikota memohon doa restu, dukungan dan partisipasi aktif dari segenap elemen masyarakat kota Depok, termasuk insan pers agar memberitakan secara berimbang,  untuk bersama bahu membahu membangun Depok sebagai kota yang Unggul, Nyaman dan Relegius, dengan balutan Cerdas dan berbudaya. (GDP)