Rabu, 07 Maret 2018

Polri: Tim Siber Polri Patroli 24 jam, Jangan Putar Balik Fakta !

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Mohammad Iqbal (foto dok. Istw)
Jakarta, (depoKini) - Bareskrim Polri mengungkapkan maraknya isu penyerangan ulama selama Februari lalu adalah ulah kelompok eks anggota kelompok Saracen dan Muslim Cyber Army. Dari 45 kasus yang terdata Satgas Nusantara Polri, hanya tiga kasus yang benar terjadi, sedangkan sisanya hoax.

Polri memperingatkan agar para pelaku penyebaran hoax, ujaran kebencian, dan isu SARA berhenti melakukan kegiatan mereka. Polri melakukan patroli siber 24 jam nonstop.

"Tim terus bekerja, jangan coba-coba memutarbalikkan fakta untuk kepentingan pribadi, golongan, mempengaruhi pikiran masyarakat sehingga nanti ujungnya memecah-belah bangsa untuk harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat). Kami melakukan patroli siber 24 jam," tegas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/3/2018). 

Iqbal menjelaskan kerja tim siber semakin hari semakin ditingkatkan untuk memberantas pelaku ujaran kebencian, hoax, dan isu SARA di media sosial. Hal itu karena tahun 2018 Indonesia memasuki tahun politik Pilkada serentak dan Pilpres-Pileg di tahun 2019. Saat ini, katanya, suhu politik mulai hangat, Polri perlu bekerja untuk mendinginkan situasi.

"Kontestasi pilkada sudah mulai panas. Kami sangat perlu menginisiasi penegakan hukum karena itu salah satu cooling system. Supaya ada deterrent effect dan masyarakat tahu, 'Oh, ini berita tidak benar, dan berita yang benar" ujar Iqbal. (GDP)