Senin, 05 Maret 2018

Kapolda Metro: pengungkapan kasus Novel, jadi kasus pertama yang libatkan Tim Hotline

Kapolda Metro Irjen Pol. Idham Aziz saat berikan keterangan dihadapan awak media, senin (5/3/2018)
Jakarta, (depoKini) - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz mengatakan, polisi memberi perhatian lebih terhadap penanganan kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada kasus yang ditangani Polda Metro Jaya yang melibatkan tim pengelola laporan masyarakat melalui hotline.

"Kami serius menangani kasus Novel. Kasus ini adalah kasus pertama yang kami tangani dengan melibatkan tim khusus mengelola hotline. Sampai saat ini ribuan laporan masyarakat telah masuk, tetapi belum satu pun memberikan titik terang mengenai kasus ini," ujar Idham saat dihadapan awak media, senin (5/3/2018).

Ia menambahkan, penyidik rutin melaporkan perkembangan penyidikan kepadanya.

"Mereka pun sudah beberapa kali mempresentasikan hasil penyidikan kepada KPK. Jadi bisa saya sampaikan penyidikan kasus ini transparan," katanya. 

Hampir 11 bulan kasus penyerangan terhadap Novel bergulir. Berbagai cara telah ditempuh polisi untuk mengungkap siapa dalang penyiraman air keras yang mengakibatkan sebelah mata Novel tak dapat melihat.

Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebagai lokasi penyiraman.
Kemudian memeriksa kamera CCTV di sekitar TKP dalam radius 500 meter hingga bekerja sama dengan Australian Federal Police (AFP).

Polisi juga telah merilis 2 wajah terduga pelaku penyiraman berdasarkan keterangan seseorang yang disebut sebagai saksi kunci hingga mengumumkan nomor hotline, dengan harapan masyarakat dapat turut memberikan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku.
Namun, hingga hari ini hasilnya masih nihil.

Kepulangan Novel disebut-sebut akan mempermudah polisi dalam melakukan penyelidikan lanjutan.