Rabu, 07 Februari 2018

Wakil Presiden : Ada Dampak Positif dan Negatif jika Fahri Hamzah Gabung Golkar

Jakarta, (depoKini) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi dengan santai adanya kabar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang mendapatkan tawaran untuk berlabuh ke Partai Golkar.

Bagi Kalla, ajakan untuk bergabung menjadi kader partai tertentu adalah hal yang biasa bagi seorang politisi.

"Memang, politisi sekarang banyak pindah-pindah. Golkar pindah ke Nasdem, Hanura, PDI-P. Ada Demokrat pindah ke sana itu biasa saja," kata Kalla di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Kalla tak mengetahui apakah dengan bergabungnya Fahri ke Partai Golkar akan membawa manfaat atau justru sebaliknya, berdampak negatif.

"Saya belum tahu. Tapi yang pasti ada manfaatnya, tentu ada juga yang negatifnya," kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2004-2009 tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebutkan, ajakan untuk bergabung ke Partai Golkar merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo.

Permintaan tersebut kemudian disampaikan kepada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua Partai Golkar Airlangga Hartanto.

Meski demikian, Fahri belum memutuskan apakah akan bergabung ke Partai Golkar setelah dipecat dari keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Fahri, ia masih setia pada partai yang ia dirikan itu. Sebagai pendiri partai, ia harus setia pada cita-cita awal mendirikan PKS.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, partainya terbuka menerima Fahri Hamzah sebagai kader.

Jika memang Wakil Ketua DPR itu mau bergabung, Golkar akan terbuka menerima.

Hal ini disampaikan Airlangga menanggapi pernyataan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Terdakwa kasus e-KTP itu mendukung Fahri yang sudah dipecat dari Partai Keadilan Sejahtera untuk bergabung dengan Golkar.

Menurut dia, rugi jika Golkar tidak memiliki kader sekelas Fahri Hamzah. Airlangga pun menyambut baik dukungan Novanto itu.

Namun, Airlangga menekankan bahwa Fahri Hamzah harus ikut mendukung pemerintah serta menyukseskan Joko Widodo pada Pilpres 2019 jika bergabung dengan Golkar. Karena melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Golkar memutuskan mendukung Jokowi dua periode.

Seperti diketahui, Fahri Hamzah terancam tak akan melenggang ke Senayan lagi pada periode selanjutnya. Anggota DPR tiga periode berturut-turut ini tak diusung lagi sebagai calon anggota legislatif oleh Partai Keadilan Sejahtera.

Fahri sebelumnya dipecat PKS. Namun, politisi asal Nusa Tenggara Barat ini melakukan perlawanan lewat jalur pengadilan.

Ia sudah dimenangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tetapi PKS mengajukan banding.

Fahri mengatakan, banyak partai yang mengajaknya bergabung. Bukan satu atau dua, bahkan hampir semua partai yang ada di DPR saat ini memberikan tawaran. (GDP) | Foto : Istw