Jumat, 23 Februari 2018

Terkait pilgub Jatim, Yapto bebaskan anggota PP mau dukung siapa saja, asal jangan pakai atribut PP

KRMH. Yapto Sulistyo Soeryo Soemarno, SH - Ketua Umum Pemuda Pancasila dalam satu acara.
Jakarta, (depoKini) - Pemuda Pancasila (PP) tidak akan memaksa para anggotanya untuk mendukung salah satu pasangan di pemilihan gubernur Jawa Timur (Pilgub) 2018 ini.

Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pe‎muda Pancasila, Japto Soerjosoemarno menegaskan, dirinya memberikan kebebasan kepada para anak buahnya di Jawa Timur untuk memilih. Mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno atau Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

"PP tidak bisa dukung-mendukung karena kami ini bukan partisan dan partai politik," ujar Japto saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (22/2).

"Kalau ada anggota saya yang dukung cagub A atau cagub B ya tidak mengapa," tambahnya.

Menurut Japto, Pemuda Pancasila tidak mendukung ke pasangan tertentu di Pilgub Jawa Timur. Oleh sebab itu, apabila ada yang yang menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan, orang tersebut tidak boleh mengatasnamakan dan menggunakan atribut Pemuda Pancasila.

"Jangan pakai atribut PP, kita bebaskan kepada anggota kita, dan kita tidak mendukung pasangan karena bukan partai politik," katanya.

Japto menambahkan, dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga sudah jelas bahwa pasangan pilkada yang berhak mendapatkan dukungan ‎adalah dari partai politik. Bukan dari organisasi kemasyarakatan (ormas).

"Karena yang diakui oleh KPU adalah partai politik bukan ormas," ungkapnya.

Lebih lanjut Japto mengaku, Pemuda Pancasila juga harus bekerja sama dengan aparatur penyelenggara Pilkada ini, seperti Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk bisa mewujudkan hajatan pesta demokrasi pemilihan Gubernur Jawa Timur tersebut agar berjalan lancar, aman, dan damai.

“Kami imbau semua Anggota PP harus bekerja sama dengan aparat setempat pada saat memilih sampai dengan hasilnya," pungkasnya. (GDP)