Kamis, 22 Februari 2018

Situs Keramat Tersembunyi di Kebun Raya Bogor

Ilustrasi Ratu Galuh berupa lukisan
Bogor, (depoKini) - Semua orang mengetahui keberadaan Kebun Raya Bogor (KBR) yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Tapi tak banyak yang tau jika di area KBR ada makam istri raja yang dijadikan situs sejarah. Tepatnya di seberang jembatan gantung yang menjadi ikon di Kebun Raya ini,  ada 3 makam, salah satunya adalah dipercayai makam Ratu Galuh Mangkualam, istri kedua Prabu Siliwangi, sedangkan dua makam lain adalah milik pengikut setia Prabu Siliwangi.

Makam Ratu Galuh Mangkualam
Makam Ratu Galuh Mangkualam ini sudah ada jauh sebelum Kebun Raya Bogor dibuat. Saat ditelisik lebih jauh 3 makam tersebut sudah berusia sekitar 600 tahun. Jika diperhatikan lebih dekat, di atas pusara makam Ratu Galuh terdapat sebuah replika emas dan mahkota yang terbuat dari semen, hal tersebut menunjukkan jika sang ratu memiliki jabatan pada masanya.

Suasana kebun raya bogor yang asri sangat tepat untuk dijadikan spot bersantai dan menghirup udara segar. Namun, menjelang malam suasana di sekitar akan berubah menjadi sedikit horror, terlebih di area pemakaman. Karena banyak cerita mistis yang beredar, banyak petugas patroli yang enggan berkeliaran dan jaga di kawasan makam Ratu Galuh.


Abdur Rohman,  Kuncen Makam
Ratu Galuh Mangkualam
(Istri Prabu Siliwangi)
Menurut cerita para penziarah, ketika malam menjelang, ada diantara penziarah yang melihat sosok harimau putih bertubuh besar yang diyakini milik Prabu Siliwangi.

Sementara,  salah seorang Satpam Kebun Raya mengaku bahkan pernah dikejar oleh kelelawar raksasa saat sedang berada di area pemakaman.

Sebagai makam istri dari Raja Padjajaran, tentu makam ini mejadi situs sejarah yang ramai dikunjungi, bahkan beberapa pengunjung ada yang mengatakan pernah melihat sosok Ratu dalam balutan kebaya. Karena hal tersebut, penziarah tak hanya dari Bogor, bahkan beberapa diantara pengunjung juga datang dari luar kota,seperti dari Cirebon, Jogjakarta dan bahkan ada penziarah yang dari Kalimantan. 

Sebutlah Uti, salah satu penziarah asal Kota Udang, Cirebon,  dirinya mengaku sudah lima tahun belakangan ini rajin ke KBR untuk berziarah ke Makam Ratu Galuh, istri Prabu Siliwangi tersebut. Uti mengatakan bahwa setiap bulan ia datang dan mengirimkan doa di makam sang ratu, keberkahan memang ia rasakan, terbukti dengan usahanya yang semakin berjalan lancar.  

Dalam satu areal makam tersebut, selain makam Ratu Galuh ada juga makam panglima kerjaaan Padjajaran yang ramai dikunjungi oleh para pejabat.

Yakni makam Mbah Jepra, yang diyakini sebagai seorang panglima perang Padajajaran dan pendiri kampung Peledang serta Mbah Baul, yabg diyakini adalah Patih dari Prabu Siliwangi. 

Berbeda dengan makam Ratu Galuh yang sering dikunjungi dan dijadikan tempat bertawassul, kedua makam lainnya tersebut sering dikunjungi oleh para pejabat dan paranormal.

Papan penunjuk makam
Menurut pejaga makam, Abdul Rohman, selama hampir 20 tahun ia menjadi juru kunci 3 makam keramat tersebut, tidak ada peraturan khusus yang harus dilakukan oleh para peziarah. Hanya saja, jika ingin bertawassul di makam sang Ratu, hendaklah dalam keadaan yang suci, berpakaian sopan, serta akan lebih baik kalau punya wudhu.

Namun, begitu,  kadang ada keanehan yang dituturkan oleh sang penjaga makam, semisal,  jika kita mau berkunjung tetapi sebelumnya membuat janji dengan teman atau kerabat untuk datang bersama, maka dapat dipastikan hal tersebut tidak akan terlaksana alias gagal. Mengenai penyebabnya juga tidak diketahui dengan pasti.

Meski begitu Abdul Rohman juga mengingatkan bahwa makam  tersebut jangan sampai dijadikan sebagai tempat untuk memohon pertolongan, itu yang di larang oleh agama, makam tidak bisa memberikan apa apa, karena sesungguhnya hanya Allah SWT,  Tuhan Yang Maha Kuasa lah yang mengabulkan semua doa dan permohonan kita,  itu pun tetap harus ada upaya atau usaha yang maksimal. Paparnya. (GDP)