Rabu, 07 Februari 2018

Kang TB : ga apa apa, toh itu baru hasil survey opini

Paslon Cagub dan Cawagub dari PDIP, TB. Hasanudin dan Anton Charliyan
Bandung, (depoKini) - Bakal calon gubernur Jawa Barat 2018, Mayjen (Purn) TB Hasanudin tak mempermasalahkan dengan hasil survei opini Cyrus Network yang menempatkannya bersama Anton Charliyan berada dalam posisi buncit. Duet Kang TB-Anton Charliyan bahkan kalah dari Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

"Enggak apa-apa, saya baru masuk dengan nol persen dan kemudian ada pembandingnya, sekarang sudah di 8,5 persen dalam waktu dua minggu," ujar Kang TB di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung Jawa Barat, pada Selasa 6 Februari 2018.

Menurutnya, dengan perkembangan saat ini, optimistis masih berpeluang untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Hal ini mengacu pelaksanaan Pilkada Provinsi Jawa Barat 2008 dan 2013.

"Insya Allah kalau untuk mengejar 45 persen, mungkin pada bulan ketiga sudah bisa tracking. By the way, survei itu hanya untuk acuan, saya punya pengalaman pada 2008, kemudian 2013," katanya.

Menurutnya, hasil survei belum tentu menjadi patokan kemenangan figur. "Itu semuanya karena Allah, buat saya, saya jalani dengan happy-happy. Yang paling penting kan di akhir itu, siapa yang paling unggul," katanya.

Sebelumnya Cyrus Network merilis hasil survei opini publik pra-Pilkada Jawa Barat 2018. Hasil survei menunjukkan pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan di posisi buncit. Hasil ini dinilai menjadi ironi, karena status Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah parpol dengan kekuatan elektoral kursi DPRD terbesar.

Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J. Vermonte melihat, PDIP seperti keteteran di Jabar.

"Ini menunjukkan ironi besar dari parpol terbesar di Jawa Barat. PDIP menurut saya, mulai agak keteteran dibanding partai lain," kata Philips di kawasan Warung Buncit, Jakarta, Senin 5 Februari 2018.

Hasil survei menyebut Ridwan-Uu unggul dengan memperoleh 45 persen. Sementara itu, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 40,9 persen. Adapun duet Sudrajat-Ahmad Syaikhu berada pada posisi ketiga dengan 5 persen dan terakhir adalah pasangan TB Hasanudin-Anton,  2,5 persen. (Asep dan GDP)