Sabtu, 10 Februari 2018

Jenderal Gatot : saya tidak dipecat, saya digantikan

Jenderal Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI
Indramayu, (depoKini) - Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meluruskan kabar yang berhembus kencang soal pemecatan dirinya oleh Presiden Jokowi. Gatot dengan tegas mengatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Mantan Panglima TNI,
Jenderal Gatot Nurmantyo
 saat memberikan kuliah umum
 di pesantren Ma'had Al Zaitun
di Indramayu.
"Saya tidak dipecat. Tapi digantikan," jelas Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan kuliah umum di pesantren Ma'had Al Zaitun, Indramayu, seperti dikutip dalam videonya yang beredar Jumat (9/2).

Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan berterima kasih kepada Presiden Jokowi. Dia menganggap Jokowi menyelamatkan dirinya dari Ujub dan Sombong. 

Jenderal kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini menceritakan ihwal penggantian Khalid bin Walid era Khalifah Umar bin Khatab. Penuturan Jenderal Gatot itu disampaikan saat merespon pertanyaan dalam acara kuliah umum itu. Salah seorang peserta menanyakan mengapa dia dipecat sebagai Panglima TNI.

"Saya tidak dipecat. Tapi digantikan. Tapi seperti saya katakan tadi kita harus senantiasa bersyukur dan berpikiran positif." jawab Gatot. 

Kemudian Jenderal Gatot mulai menceritakan kisah penggantian Panglima Perang di zaman   yakni Khalid bin Walid.

Kala itu,  Khalid bin Walid menghadap panglima tertingginya, 

Assalamualaikum Wr Wb.

Hai amirul mukminin, mengapa saya dipecat.

Lalu dijawab. Walaikumsalam.

Memang benar kamu saya pecah hai Khalid.

Kalau masalah dipecat itu ya biasa saja. Tapi apakah saya punya kesalahan, tanya Khalid bin Walid

Kamu tidak punya kesalahan, jawab Sayidina Umar, selaku Panglima Tertinggi.

Terus mengapa? Apakah saya ada yang kurang dalam menjalankan tugas sehingga harus dipecat. Apakah saya punya kesalahan.

Khalid, kamu adalah panglimaku yang terbaik, dalam 100 kali berperang kamu tidak pernah kalah dan selalu menang. Hanya permasalahannya, karena kamu selalu menang dengan gemilang, rakyat semua mengelu-elukan kamu dimana-mana dan itu sangat dekat sekali dengan kesombongan, maka kamu saya pecat. Untuk menunjukkan tidak usah Allah SWT, hanya Umar saja bisa memecat kamu. Sehingga kamu sadar bahwa kesombongan itu bisa menjadi api neraka untuk kamu, papar Sayidina Umar (kala itu). 

Maka Khalid bin Walid pun meneteskan air mata. Dan besoknya dia ikut berperang bersama yang lainnya. Namun banyak prajuritnya yang heran. Seorang panglima yang telah diberhentikan diganti oleh yuniornya namun tetap mau ikut berperang. 

Dan Kemudian para prajurit bertanya.

Hai Khalid mengapa kamu mau berperang dengan dipimpin oleh anak buah kamu?

Saya berperang bukan untuk mencari jabatan. Tapi saya berperang untuk agama dan negara saya, jawab Khalid bin Walid tegas. 

Jenderal Gatot Nurmantyo  mantan Panglima TNI, menjawab rumor tentang pemecatan dirinya dengan mencontoh peristiwa pemecatan Khalid bin Walid.

Lalu kata Gatot,  
seperti yang saya katakan tadi,  bahwa Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagi setiap umatnya,  jadi sekali lagi saya tegaskan,  bahwa saya tidak dipecat. Justru saya berterima kasih kepada pak Jokowi. Karena secara tidak langsung, beliau telah menyelamatkan saya dari ujub dan sombong,  dan saya punya waktu untuk ke sini. Pungkas mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. (Wahyudi dan Gatot)