Jumat, 09 Februari 2018

Farhan dan Komunitas Panatik Jabar dukung paslon Rindu pada pilgub Jabar

Pendiri dan juga penasehat Komunitas Panatik Jabar bersama Ketua Umum Viking Persib Fans Club mendeklarasikan dukungan politiknya kepada Paslon Ridwan Kamil dan uu Ruzhamul Ulum (Rindu)
Bandung, (depoKini) - Para pelaku industri kreatif, pelaku seni budaya, pehobi olahraga serta kelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Panatik Jabar mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018.

Dukungan tersebut disampaikan oleh pendiri sekaligus pembina Komunitas Panatik Jabar yang juga penyiar kondang Indonesia, Mohamad Farhan bersama Ketua Viking Persib Fans Club, Heru Joko di Rumah Makan Simpang Raya, Dago, Kota Bandung, Kamis (8/2/2018).

”Kenapa kita mendukung Kang Emil dan Pak Uu karena kita percaya bahwa pasangan ini yang bisa mewujudkan visi kita menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi terbesar dan terbaik di Indonesia,” kata Farhan saat ditemui, Kontributor Depokini seusai deklarasi, Jumat sore.

Farhan mengatakan, dalam deklarasi tersebut, Komunitas Panatik Jabar yang terdiri dari 27 simpul dan mewakili 27 kabupaten/kota di Jawa Barat menitipkan sejumlah agenda pembangunan kepada pasangan Rindu.

“Misi utama kita menjadikan kota dan kabupaten di Jawa Barat sebagai pusat-pusat kreativitas yang berkembang, dan kita yakin mereka berdua bisa mewujudkan itu,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, setiap simpul Komunitas Panatik Jabar diharapkan memiliki kreasi untuk membuat aktivitas yang bisa dimanfaatkan oleh Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

“Tidak sekadar ramai, tapi ngasih manfaat,” jelasnya.

Saat ini, Komunitas Panatik Jabar telah memiliki 10 ribuan anggota yang rata-rata berusia produktif 19 hingga 20 tahun.

Farhan pun membantah bahwa keberadaan dirinya dan Heru Joko, ketua umum Viking Persib Fans Club yang merupakan suporter klub Persib Bandung, akan menyasar bobotoh sebagai lumbung suara pasangan Rindu di Pilkada Jawa Barat 2018.

“Siapa sih masyarakat Jawa Barat yang bukan bobotoh. Tapi setiap bobotoh punya hak politik. Tapi apakah kami mengatasnamakan bobotoh dan viking? Tidak, tidak sama sekali. Itu sudah jadi komitmen saya sejak pertama kali masuk (manajemen) Persib 2009 lalu,” katanya.

Farhan mengatakan, meski semua bobotoh memiliki hak politik, dia menilai sangat tidak elok jika menyangkutpautkan bobotoh dalam perpolitikan praktis.

“Kita minta tidak ada yang boleh mengatasnamakan Viking, bobotoh dan Persib, karena enggak ada hubungannya,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Heru Joko mengamini pernyataan Farhan. Heru mengatakan, ketika beraktivitas di Komunitas Panatik Jabar, ia menanggalkan jabatan ketua Viking Persib Fans Club.

“Jangan lah (mengatasnamakan Viking dan bobotoh) karena bahasa begitu masih rawan. Saya di sini ingin berbuat sesuatu untuk Jawa Barat, ingin bermanfaat, sekarang kesempatannya. Saya mengatasnamakan orang yang suka Jawa Barat, cinta Sunda dan suka sama Persib. Intinya di sini saya bukan Viking,” pungkas Heru Joko bersemangat. (GDP) | Foto : Istw