Minggu, 04 Februari 2018

Dengan 4 faktor ini, Indonesia bisa jadi negara maju

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Jakarta, (depoKini) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri dan menyampaikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis dan Wisuda Progran Magister, Profesi, Spesialis, dan Doktor Universitas Indonesia (UI), Sabtu (3/2/2018). Acara tersebut diselenggarakan di Balairung Kampus UI Depok, Jawa Barat.

Sri Mulyani menyatakan, dirinya mengapresiasi UI yang telah banyak menghasilkan para pemikir dan pembuat kebijakan di masa lalu untuk membuat Indonesia menurun angka kemiskinannya.

Sri Mulyani pun kemudian menekankan kondisi Indonesia yang saat ini menjadi negara berpendapatan menengah (middle income country). Untuk bisa menjadi negara maju (high income country), Indonesia perlu mencari upaya bagaimana menghilangkan kendala untuk menjadi negara maju tersebut.

"Apakah itu dari sisi investasi, teknologi, sumber daya manusia, dan institusi," ungkap dia.

Dirinya menyatakan, ada 4 hal yang menjadi faktor untuk mendorong hal tersebut. Pertama, faktor manusia. Indonesia memiliki dividen demografi yang harus memiliki kemampuan untuk produktif.

Oleh sebab itu, investasi di bidang sumber daya manusia menjadi penting. Pemerintah sendiri telah mengalokasikan 20 persen anggaran di bidang pendidikan dan 5 persen di bidang kesehatan.

"Itu harus mampu menghasilkan manusia terutama generasi muda yang memiliki pemikiran kreatif, inovatif, dan terbuka," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Kedua, urbanisasi. Proses urbanisasi, tutur Menkeu akan membuat banyak masyarakat Indonesia tinggal di perkotaan, yang akan meningkatkan permintaan konsumsi dan sebagainya, sehingga mendorong investasi dan produktivitas.

"Oleh karena itu, infrastruktur perlu dibangun," katanya

Ketiga, Indonesia bisa memiliki kesempatan untuk melakukan diversifikasi ekonomi pada saat harga komoditas turun.

Keempat, institusi. Sri Mulyani berpandangan, sangat penting untuk membangun institusi publik yang sehat, bersih, dan tidak koruptif. Penting pula untuk membangun institusi swasta, yaitu perusahaan-perusahaan yang produktif dan kompetitif.

"Ini adalah sesuatu yang bisa kita lakukan dalam konteks untuk menyambung era teknologi. Era teknologi 4.0 akan mengharuskan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan swasta maupun filantropi yang berasal dari dalam dan luar negeri," papar Sri Mulyani. (GDP) | Foto : Istw