Senin, 22 Januari 2018

Kedai Kopi 19, sajikan kopi olahan dengan teknik perendaman

Jakarta, (depoKini) - Berangkat dari semangat nasionalisme yakni berkeinginan agar Kopi Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, adalah Noviar Dewantara,  pria kelahiran tahun 1971  yang menggeluti usaha kopi siap minum. "Kedai Kopi 19" adalah merk yang diusungnya, usaha ini digeluti sejak 2015. Kedai Kopi 19 ini berangkat dari industri rumahan dengan system manajemen kekeluargaan, namun kini telah berkembang menjadi usaha berskala nasional.

Noviar Dewantara owner Kedai Kopi 19
PT. Kedai Kopi 19 adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi makanan dan minuman (Food and Beverage) yang berpusat di Plaza 45, Rempoa, tangerang Selatan, Banten.

Biji kopi yang dipilih Kedai Kopi 19 adalah Robusta Lampung, yang menurut Dewan taste nya lebih Indonesia. Ditambah dengan menggunakan teknik perendaman selama 24 jam, lalu untuk menyeduh atau brewing cukup gunakan air biasa atau air dingin, teknik inilah yang membedakan kopi olahan produk "kedai kopi 19" dengan produk kopi instan dalam sachset yang umumnya diseduh.

Karena kopi olahan cold brew produk kedai kopi 19 tidak terkena paparan suhu panas sehingga tidak mengekstrak karakter acidity dari kopi,  walhasil yang diperoleh dalam soal rasa, mak nyus..dan aman bagi lambung dan jantung. Sebab kopi olahan "Kedai Kopi 19" memiliki kadar pH 6,31 beda dengan yang terpapar dengan air panas mengandung pH
Pemred depoKini bersama UngQ
5,48 - pada skala pH, semakin rendah angkanya semakin asam zat tersebut., demikian setidaknya yang diterangkan anak bungsu dari empat bersaudara ini.

Dewan juga mengatakan bahwa produk kopi olahan Kedai Kopi 19 ini punya tantangan, yakni merubah paradigma penikmat kopi, bahwa minum kopi tidak musti dalam kondisi panas, dalam kondisi kopi olahan yang dingin pun juga nikmat.

Pria yang bersahaja ini juga memaparkan beberapa fakta terkait kopi antara lain, Indonesia adalah negara produsen biji kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brazil dan Vietnam. Namun, bagi Indonesia, Kopi adalah komoditas terbesar kedua setelah minyak bumi,  lalu disusul gas alam dan emas di posisi ketiga dan keempat. Dan bagi Dewan, mengolah kopi adalah sains, diperlukan keakuratan, tidak bisa coba-coba dan yang terpenting "kopi itu di giling, bukan digunting". Papar owner Kedai Kopi 19 sambil senyum. (GDP)

Depok Kini - depoKini.web.id