Selasa, 05 Desember 2017

Pondasi tanpa Makna

Gemuruh suara "runtuhnya bangunan" yang dibangun dengan pondasi tak bermakna membuat milyaran pasang mata melihat, betapa bobroknya "bangunan" itu.. 

Sepenggal kata pernah aku dengar dari kejauhan, bahwa penghuni "bangunan" yang runtuh itu adalah bangsa beradab, kaya dan entah apa lagi predikat yang di sandang oleh mereka, yang kini tinggal tersisa reruntuhannya saja..tak bermakna.. 

Sepenggal kata pernah juga aku dengar, "Jasmerah" , kata itu menurut mereka bermakna, dan bahkan mempunyai pesan moral, ya...kata itu, "Jasmerah" aku tak paham apa maknanya, sebab secara kasat mata, aku memang melihat orang orang tak bermakna itu mengenakan Jas berwarna merah.., entah apa yang ada di benak mereka tentang Jasmerah, mereka tetap hanyut dalam kehampaan makna dalam "bangunan" yang runtuh karena tanpa makna.., terucap tapi tak bermakna.. 

Alam..., aku memanggilmu..getarkan hati ini, hati mereka dan hati anak bangsa ini, untuk kembali tegak berdiri dan bertolak pinggang di hadapan Paman Sam dan nenek sihir berdarah yahudi itu.. 
Kabarkan pada mereka, pada Paman Sam dan nenek sihir berdarah yahudi itu, bahwa kami adalah penghuni asli "bangunan yang runtuh" tak akan tunduk, dan kami akan bertolak pinggang di bawah matahari, bersama mereka kan kubangun kembali rumah kami dengan pondasi bermakna.. 

GDP
Medio, selasa, 5/12/2017
14.55 wib.