Selasa, 12 Desember 2017

Pilgub JABAR : Kemana PDI PERJUANGAN, GERINDRA dan HANURA akan mengarah?

Depok, (depoKini) - Perolehan kursi PDI Perjuangan yang 20 kurssesungguhnya sudah bisa mencalonkan nama Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pemilukada Provinsi Jawa Barat 2018, namun sampai berita ini di muat PDIP masih "terdiam tapi melihat"

Sementara Gerindra, walau telah menetapkan Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai bakal calon Gubernur (Jabar 1), namun dipastikan belum cukup untuk mengusung mantan Kapuspen TNI itu karena jumlah kursi Gerindra tidak cukup (hanya 11 Kursi) dan untuk itu Gerindra harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk memenuhi syarat minimal 20 persen jumlah kursi di parlemen (minimal 20 kursi dari total 100 kursi di DPRD Jawa Barat), atau 25 persen perolehan suara parpol atau gabungan parpol, entah dengan partai mana Gerindra bakal berkoalisi bertarung dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang, teka teki ini masih belum terjawab, meski "hembusan angin" untuk melanjutkan bulan madu hasil pilgub DKI Jakarta mulai dihembuskan oleh elit Gerindra, jika hal itu benar, maka Gerindra bakal gandeng PKS di pilgub JABAR 2018.

Sementara Hanura sebagai peraih kursi terkecil di DPRD Jawa Barat (3 Kursi) pun hingga saat ini belum menentukan kemana arah dukungannya diarahkan. Meski hanya memperoleh 3 kursi, HANURA berpontensi untuk menjadi penentu semaraknya pesta Demokrasi di bumi Parahiyangan ini. 

Di arsiran lainnya,  masyarakat mulai mengunjingkan koalisi parpol "yang katanya" sudah terbentuk dan solid, ada dua arsiran yang marak dibicarakan masyarakat Jawa Barat maupun pengamat politik, yakni kelompok koalisi yang mendukung DEDI MIZWAR (Demiz) yang di klaim terdiri dari PKS, DEMOKRAT, PAN, dan yang lainnya adalah kelompok koalisi yang mendukung dan atau mencalonkan RIDWAN KAMIL (RK) dengan amunisi dari partai NASDEM, PKB, PPP, GOLKAR, 

Pertanyaan yang menggelayut apakah kedua kelompok baik yang mengusung Demiz maupun yang mengusung RK telah benar benar solid atau masih "termungkinkan" untuk pecah kongsi???, 

Dalam dunia politik kepastian koalisi solid akan sangat ditentukan pada "siapa mendapat apa dan berapa" dan prediksi bisa dibuat dari mulai prakiraan paling masuk akal hingga prakiraan diluar nalar sehat berpolitik dan dengan fariabel apapun dan itu sah-sah saja. 

Pesta Demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  Jawa Barat sudah memasuki fase penting, semoga saja masyarakat Jawa Barat dapat dengan mudah dan bijak untuk menentukan pilihannya dalam pilgub JABAR 2018 mendatang yang semakin  TERJABAR. (GDP)