Senin, 11 Desember 2017

Pelayanan RS Hasanah Graha Afiah, abaikan azas kemanusiaan

Depok, (depoKini) - "Orang miskin di larang sakit" ungkapan tersebut di sampaikan oleh salah satu orang tua pasien yang merasa kecewa dengan sikap rumah sakit Hasanah Graha Afiah (HGA) di Jalan Raden Saleh Sukmajaya Depok, yang di anggap lalai dalam menangani pasien.

Kejadian pengabaian penanganan pasien tersebut terjadi pada minggu malam (10-12-2017),  ketika itu Betty,  orang tua dari Zoey yang di temui awak media menceritakan bagaimana dirinya merasa sangat kecewa dengan sikap dan layanan Rumah Sakit HGA yang di anggap cuek dalam menghadapi pasien, mungkin ungkapan "orang miskin dilarang sakit" tersebut ada benarnya,  pasalnya Zoey (9 tahun) beserta orangtuanya yang pada saat itu datang ke UGD,  tetapi tidak di periksa terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pasien ini termasuk dalam katagori emergency atau tidak.

"Saya sangat kecewa karena saya datang itu pukul tujuh lewat tetapi sampai dengan jam  sebelas malam baru di layani,  saya mau tanya SOP Rumah Sakit ini seperti apa," jelasnya dengan nada kecewa.

Betty juga mengatakan bahwa dirinya tidak meminta anaknya untuk di rawat dirinya hanya meminta dokter untuk melihat dan memeriksa kira-kira sakit, yang di alami anaknya, agar dirinya dapat tenang.

"Paling tidak di periksa dulu anak saya sakit apa karena saya juga tidak minta untuk di rawat,  ini aneh mereka bilang bed (red:tempat tidur) penuh sedangkan antrian panjang,  karena kalau tidak hari minggu saya cukup klinik atau puskesmas tapi karena ini minggu baik puskesmas maupun klinik tutup, jadi mau tidak mau saya datang ke sini," imbuh Betty dengan mimik kecewa. 

Kekecewaan Ibu satu anak tersebut teryata tidak sampai di situ, Betty mengatakan apakah di bedakan antara pasien BPJS dengan Asuransi karena menurutnya pada saat dirinya menunggu, ada salah seorang Pasien yang menggunakan asuransi langsung di tangani,  sedangkan pasien lainnya termasuk dirinya masih antri.

"Saya sempat tanya Ibu pakai apa?", ibu itu jawab saya pakai Asuransi, padahal ibu itu baru datang, sementara saya dan ibu lainnya masih nunggu dan bahkan ibu Silvie, sudah antri dari jam enam sore," katanya.

Teryata keluhan dari pasien tidak hanya satu, tetapi hampir seluruh pasien yang hari itu datang ke sana merasa di permainkan oleh RS HGA, seperti di ungkapkan oleh ayah dari Silvie yang sakit sudah satu minggu panasnya tidak turun juga. 

"Saya datang berharap agar anak saya di tangani tidak seperti ini,  anak saya panas tinggi tapi di suruh antri padahal saya masuk lewat UGD,  saya bahkan sampai teriak-teriak, tapi mereka hanya jawab, ini sudah SOP. Ini Rumah Sakit tidak profesional, saya datang dari jam enam sore di panggil jam sepuluh malam," tegasnya.

Sementara Humas Rumah Sakit HGA Dessy, sempat mengelak ketika di konfirmasi oleh paman dari pasien,  dirinya berkilah SOP di RS ini memang sudah seperti itu.

"Saya tanya SOP dari pasien yang masuk ke UGD seperti apa,  percuma saja ada tulisan besar-besar tentang pelayanan pasien UDG yang harus diutamakan,  kalau tidak di jalankan,  karena seharusnya untuk mengetahui kondisi pasien dalam keadaan gawat atau tidak, si pasien harus di periksa terlebih dahulu, bukan seperti ini,  jdi suruh daftar lalu antri," ujar ayah Silvie kecewa. 

Sementara itu, ditempat terpisah,  Lahmudin anggota komisi D DPRD Kota Depok yang sempat berbicara langsung melalui telpon meminta agar pasien UGD segera di tangani jangan sampai ada kesan RS melakukan pembiaran terhadap pasien.

Ungkapan bahwa "orang miskin dilarang sakit" nampaknya terbukti nyata,  miris. (GDP)