Senin, 20 November 2017

Belajar memaknai hidup dan kehidupan dari anak anak

Depok (depoKini) - Orang dewasa dan anak-anak memiliki banyak perbedaan. Merayakan Hari Anak Sedunia, tak ada salahnya kita membahas perbedaan tersebut, dan apa yang membedakannya.

Dibanding orang dewasa, anak-anak lebih percaya diri, lebih berani, dan bisa menikmati hidup dengan sangat intens. Tak jarang, banyak orang dewasa yang merindukan masa kanak-kanak mereka, atau ingin jadi anak kecil lagi.
Masa kanak-kanak hanya terjadi sekali dalam seumur hidup, di masa itulah dikenal dengan "masa peetumbuhan emas" yang amat menentukan langkah hidup dan kehidupan kelak. 

Dalam benak anak anak ada 6 (enam)  hal yang patut untuk kita (baca:orang dewasa) pahami, yakni

1. Bagi anak anak setiap hari adalah sesuatu yang baru.
Karena ketika Anda masih kecil, setiap hari terasa seperti selamanya. Dan hari yang baru adalah kesempatan baru untuk bertemu teman baru, mencoba petualangan baru, dan belajar hal baru.

Anak-anak tidak membawa beban dari hari ini ke besok, mereka selalu memulai hari dengan pikiran segar.

2. Anak anak jadi berani, karena bagi anak anak setiap hari adalah hal baru, di masa anak anak lah, seorang anak lebih menjadi berani, anak anak akan bernyanyilah dengan kencang, menarilah kapan saja Anda suka. Kehidupan anak terasa sangat bebas karena mereka tidak merasa terbatasi oleh rasa takut gagal atau malu.

Mereka selalu melangkah ke depan dengan penuh semangat dan harapan. Ini karena mereka memang masih penuh harapan dan impian, belum ada yang terpatahkan. Mereka belum lagi mencicipi kegagalan.

Mereka selalu siap merengkuh kehidupan dengan tangan terbuka.

3. Anak juga akan tertawa setiap hari anak-anak sangat suka tertawa dan bergerak aktif. Seperti yang dikatakan Charlie Chaplin, satu hari tanpa tawa adalah hari yang terbuang sia-sia.

Anak-anak memiliki kemampuan menakjubkan untuk menemukan humor di mana saja. Mereka bisa melihat kekonyolan dari apa pun.

4. Anak anak bergerak aktif, saat kecil, bisa bermain di luar rumah rasanya adalah hal yang paling ditunggu-tunggu setiap harinya. Anak-anak selalu berlari, memanjat, melompat, dan salto. Mereka tidak pernah menganggap hal itu sebagai olahraga, sehingga semuanya terasa menyenangkan.

5. Anak anak mampu mempertahankan persahabatan, anak-anak menganggap, bekas luka adalah tanda kehormatan.
Anak-anak menemukan kebahagiaan sesungguhnya ketika bisa bermain bersama teman, dan mereka juga suka memiliki teman baru. Mereka akan bergabung dengan klub sepak bola, pergi ke pesta ulang tahun, memulai sekolah baru, dan melakukannya dengan penuh semangat.

Anak-anak sepertinya memiliki moto, "semakin ramai semakin seru," yang seharusnya juga ditiru oleh orang dewasa.

6. Bagi anak anak, bekas luka adalah tanda kehormatan

Ketika kecil, ketika mengalami patah tulang, semua yang Anda tahu akan menandatangani gips Anda. Hal ini bisa membuat Anda jadi bintang di dalam kelas, sang penyintas.

Ketika anak jatuh dan luka, semua orang ingin melihat lukanya. Bekas luka jadi sesuatu yang membanggakan.

Semakin dewasa, semakin banyak orang yang menyembunyikan dan menutupi bekas luka mereka (baik harfiah atau figuratif). Kita tidak ingin dianggap lemah atau dikasihani, jadi kita tidak pernah mengatakan pada orang lain saat merasa sakit.

Anak-anak tidak menganggap bekas luka sebagai kelemahan. Untuk mereka, bekas luka adalah perlambang kekuatan dan keberanian. Sebuah kisah untuk diceritakan, dan sebuah keberhasilan. 

Dunia anak anak, adalah dunia yang penuh makna, masa anak anak adalah masa pertumbuhan emas, dan kita wajib untuk menjaga dan menyelamatkannya. (GDP)