Selasa, 28 November 2017

Gunung Agung erupsi, bandara Ngurah Rai ditutup, penumpang serbu stasiun bus Mengawi

Romi Nasution (baju biru) koresponden depoKini dan suasana di terminal bus Mengawai
Bali (depoKini) -  Sejak minggu, 25/11/2017 lalu Gunung Agung erupsi, dan dampaknya adalah penutupan sementara bandara Ngurah Rai, Bali.  Alasan penutupan adalah karena debu akibat erupsi Gunung Agung dapat mengganggu penerbangan,  jadi lebih pada faktor keamanan, dan hal tersebut dibenarkan oleh aturan penerbangan, penutupan bandara dimungkinkan jika didapat faktor yang dapat mengganggu penerbangan dan tentunya keselamatan manusia,  seperti diketahui, sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung mencapai ketinggian 3000 meter dan mengganggu penerbangan dari dan ke bandara Ngurah Rai, yang akhirnya harus ditutup hingga tanggal 29 November mendatang atau sesuai evaluasi pihak otoritas bandara.

Suasana di terminal bus Mengawai
Penutupan bandara Ngurah Rai tersebut tentunya membuat jadwal penerbangan dari dan ke bandara Ngurah Rai di tunda, baik keberangkatan maupun kedatangan mengalami penundaan atau pembatalan. Hal tersebut sempat membuat beberapa penumpang yang tidak mengetahui hal ikhwal penutupan bandara menjadi panik dan bingung.
Dampak lain yang timbul akibat penutupan bandara Ngurah Rai, adalah lonjakan penumpang yang terjadi di terminal bus Mengawai yang melayani route dari dan ke luar Bali. 

Terminal bus Mengawi kini musti bersiap diri karena limpahan calon penumpang yang mulai memadati stasiun bus dengan areal tunggu penumpang seluas +/- 600 meter persegi. Saat ini kesibukan mulai terasa, beberapa petugas kepolisian di siagakan guna mengantisipasi melonjaknya arus penumpang di terminal bus Mengawi, yang saat berita ini dibuat tak kurang dari +/- 2000 calon penumpang memadati areal ruang tunggu penumpang terminal bus Mengawi. 

Koresponden Depokini, Romi Nasution mewartakan dari terminal bus Mengawai, Tabanan, Badung-Bali.
(GDP dan Romi Nasution)