Senin, 30 Oktober 2017

Tak diundang pada Ultah Yapto, Jokowi protes

Surakarta (depoKini) - Ada yang menarik ketika Presiden Joko Widodo menghadiri acara HUT ke-58 ormas Pemuda Pancasila di Solo. Jokowi sempat melakukan protes kepada Ketum Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoemarno.

Namun protes tersebut ternyata hanya masalah undangan ulang tahun. Hal tersebut mengundang para peserta tawa peserta .acara HUT ke-58 ormas Pemuda Pancasila di The Sunan Hotel, Solo.

Jokowi menceritakan kedekatannya dengan Japto semasa menjabat Wali Kota Surakarta. Seperti diketahui, Japto merupakan warga Solo, keturunan darah biru Pura Mangkunegaran.

"Dulu saat saya masih Wali Kota Solo, Pak Japto ini kalau ulang tahun saya diundang di rumah beliau yang ada di Solo. Tetapi begitu saya pindah ke Jakarta, jadi Gubernur, jadi presiden, enggak tahu, lupa," kata Jokowi, Sabtu (28/10/2017).

Orang nomor satu di Indonesia itu pun mengingatkan secara tegas kepada Japto agar mengundangnya saat ulang tahun. Ucapan Jokowi kembali membuat hadirin tertawa.

"Kok kalau pas ulang tahun saya enggak pernah diundang, padahal waktu wali kota sering diundang. Sehingga hari ini perlu saya ingatkan kembali Pak Japto. Dan alhamdulillah hari ini saya diundang di ulang tahun Pemuda Pancasila yang ke-58," ujar dia.

Dalam acara itu, Jokowi juga memberikan kuis dengan hadiah sepeda.
Kejadian lucu ketika salah satu kader Pemuda Pancasila, Wahyu dari Kalimantan Selatan maju untuk mengikuti kuis. Dia diminta menyebutkan 10 dari 714 nama suku yang ada di Indonesia.

Meski membutuhkan waktu hampir lima menit, Wahyu akhirnya bisa menyebutkan 11 nama suku. Suku yang ia sebut ialah Jawa, Batak, Ambon, Banjar, Sunda, Madura, Dayak, Bugis, Betawi, Asmat dan Toraja.

"Ya sudah silakan kembali," kata Jokowi tanpa memberikan hadiah sepeda.

Hadirin pun tertawa sebab presiden tidak memberikan sepeda untuk Wahyu. Jokowi pun seakan tak menghiraukan lagi Wahyu yang bersusah payah menjawab pertanyaannya.

Jokowi justru melanjutkan pidato tentang harapannya kepada Pemuda Pancasila agar pilar terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Di akhir pidato, Presiden Jokowi kembali mengingatkan agar Pemuda Pancasila tetap menjadi pelopor kepemudaan dalam menjaga dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, serta eksis sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa seraya kemudian secara resmi menutup acara di The Sunan Hotel itu. 

Setelah hadirin bertepuk tangan, Jokowi tiba-tiba kembali bersuara.

"Untuk Mas Wahyu, dapat satu sepeda dari saya," ucap Jokowi sebelum turun dari panggung.

Acara yang bertajuk 'Meningkatkan Peran Ormas Pemuda Pancasila dalam Mewujudkan Cita-cita Berbangsa Bernegara dan Bermasyarakat' itu juga dihadiri beberapa tokoh, antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. (GDP)