Rabu, 18 Juli 2018

Polda Metro Sebar Polisi Pakaian Preman di daerah zona merah, Depok aman

Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol. R. Argo Yuwono
Jakarta, (Depokini)-Untuk mengantisipasi aksi kriminal, Polda Metro Jaya mengerahkan sejumlah personel berpakaian preman di kawasan yang masuk dalam zona merah atau daerah rawan. Tercatat, ada 29 kawasan rawan kriminalitas yang tersebar di Jakarta dan Bekasi. 
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Polda Metro menyebar personel non seragam dibeberapa titik yang dinilai masuk dalam zona merah. 

“Sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu, hasilnya juga telah ditangkap beberapa pelaku,” katanya kepada wartawan, Selasa (17/7/2018). 

Ilustrasi penangkapan preman
 di Jakarta (istw) 
Dia melanjutkan, pihaknya juga telah memberikan atensi khusus dibeberapa wilayah yang terbilang rawan.

 "Ada atensi untuk menambah jam patroli dibeberapa wilayah," imbuh Kabid Humas Polda Metro ini.

Operasi yang dilakukan akan berakhir pada 3 Agustus mendatang. Sejauh ini, ada 11 pelaku kejahatan yang sudah tewas, tertembus timah panas karena mencoba kabur atau melawan petugas saat hendak ditangkap,  sedangkan untuk yang masih hidup ada 41 orang.

Sampai saat ini, pihaknya juga telah memetakan beberapa lokasi yang dinilai rawan. Dari data yang didapatkan ada lokasi yang masih dalam kondisi merah. Lokasi rawan di Jakarta Pusat, seperti di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Simpang Coca-Cola, Jalan Ahmad Yani, dan Senen.

Selanjutnya, daerah rawan di Jakarta Utara sekitar Cilincing, Perempatan Mambo, Tanjung Priok, Jalan Perintis Kemerdekaan, Teluk Gong dan Ampera.

Sementara daerah rawan di Jakarta Barat mencakup wilayah Cengkareng, Perempatan Grogol, Tomang, Slipi, Pesing, dan Roxy.

Wilayah Jakarta Selatan meliputi Pancoran, Mayestik, Cipete Raya, Cilandak, dan Pasar Jumat. Sedangkan Jakarta Timur, Pasar Rebo, Perempatan Arion dan Rawamangun. 

Kemudian, titik rawan di Kota Bekasi, seperti di Jalan Raya Bekasi, Kranji, Ujung Menteng, dan Kalimalang. 
Sementara untuk Kota Depok tidak Ada daerah atau wilayahnya yang masuk dalam zona merah, Depok aman. 
(MasGat)
Read More »

Selasa, 17 Juli 2018

Ombudsman Terima Laporan Dugaan Praktik Pungli PPDB SMA Depok, Bekasi, dan Bogor

Ombudsman (photo dok. Istimewa) 
Depok, (Depokini)  - Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya Teguh P Nugroho menuturkan, pihaknya menerima banyak laporan terkait adanya dugaan pungli dan jual beli bangku sekolah dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA negeri yang terjadi di Kota Depok, Bekasi dan Bogor.

Menurutnya, saat ini, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya tengah melakukan verifikasi faktual untuk mengumpulkan bukti mengenai laporan tersebut. 

"Kami sedang dalam proses verifikasi faktual terkait laporan pungli dan jual beli bangku sekolah di SMA negeri yang terjadi Depok, Bekasi dan Bogor. Ada tim yang turun melakukan pemantauan itu sejak PPDB bergulir," kata Teguh, Senin (16/7/2018). Sebabaimana dilansir Dari kompas.com. 

Menurut Teguh, ada beberapa modus atau cara pihak sekolah dalam melakukan pungli dan jual beli bangku sekolah dalam PPDB SMA negeri ini.

"Di antaranya yang paling banyak adalah dengan memperbesar kuota bagi siswa miskin atau keluarga ekonomi tak mampu atau KETM dengan mengurangi kuota dari warga penduduk sekitar atau WPS dan kuota jatah guru," ujarnya. 
Padahal, lanjut teguh, penerimaan sekolah untuk siswa keluarga miskin diberikan atau dijual untuk siswa yang bukan keluarga miskin.

"Karena surat keterangan tidak mampu atau SKTM mereka diduga menggunakan data  palsu. Ini biasa terjadi, karena tidak ada verifikasi yang dilakukan panitia PPDB terhadap SKTM yang diberikan. Sebab memang pemerintah tidak memberikan anggaran untuk verifikasi SKTM," kata Teguh.

Selain itu, kata Teguh lagi, modus lainnya juga terjadi dengan cara "menendang" siswa yang mendaftar lewat PPDB online meski zonasinya dekat sekolah dan memiliki nilai baik.

"Lalu jatah untuk para siswa ini diduga dijual ke siswa yang membayar," ucapnya. 

Para orangtua tengah demo
terkait kisruh nya PPDB di Kota Depok
Salah satu dugaan pungli yang diterima Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya adalah yang terjadi di salah satu sekolah di Depok.

Para orangtua murid baru diduga dimintai biaya masuk sekolah sampai Rp 3 juta per siswa, saat daftar ulang PPDB.

"Ini juga salah satu modus yang dilakukan panitia PPDB dan sekolah. Kami juga sudah terima soal laporan pungli dan kami sedang kumpulkan buktinya," kata Teguh.

Dalam beberapa hari ke depan, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya akan menyusun laporan akhir dan penilaian PPDB SMA negeri di Depok, Bekasi dan Bogor.

"Dari laporan itu akan dilihat sekolah mana yang melakukan praktik pungli dan jual beli bangku sekolah yang terlaporkan ke kami, serta tindakan korektif apa yang bisa dilakukan pihak pemerintah, panitia PPDN dan sekolah," kata Teguh.

Menurut dia, peluang adanya praktik pungli dan jual beli bangku sekolah juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kami harap dengan laporan akhir yang kami susun, peluang itu bisa ditutup dalam PPDB di tahun selanjutnya," kata Teguh berharap. 
(MasGat)
Read More »

Senin, 16 Juli 2018

Hari pertama sekolah, ASN Depok dapat dispensasi jam kerja

Depok, (Depokini) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengizinkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggantarkan anaknya di awal masuk sekolah, pada Senin 16 Juli 2018. ASN Depok diizinkan masuk kantor lebih lama dari jam normal. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 420/170 BKPSDM yang ditandatangani oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Dalam surat tersebut dijelaskan, seluruh warga Depok untuk dapat mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah. Untuk ASN di lingkungan Pemkot Depok yang mempunyai anak berskolah di PAUD/TK, SD, dan kelas 7 untuk mengantar putra atau putrinya ke sekolah.

"Waktu sampai pukul 11.00 WIB. Setelah kegiatan tersebut, seluruh ASN agar kembali ke kantor dan bekerja seperti biasa," katanya pada awak media kemarin (15/7/2018).

Tujuannya, kata dia, agar anak-anak memiliki semangat dalam memasuki hari pertama sekolah. Dengan demikian ada kedekatan antara anak dan orang tua. "Ini akan menjadi energi positif untuk anak-anak jika diantar oleh orangtuanya sendiri," kata Idris.

Hal sama dikatakan Sekda Kota Depok, Hardiono. Dia mengatakan, ASN diperbolehkan mengantar anak sekolah. Sebab pada awal masuk sekolah, anak membutuhkan perhatian lebih untuk memasuki lingkungan baru.

"Imbauan ini sama seperti tahun lalu juga. Kami harap ASN Depok mengantarkan anak di awal masuk sekolah. Tapi harus ke kantor lagi setelahnya," kata Hardiono. 

Terpisah, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menambahkan dirinya juga mengantar anaknya ke sekolah pada hari pertama. Dia menginginkan adanya kedekatan lebih dengan mengantarkan pada hari pertama.

"Membuat anak sukses bukan hanya dari pendidikan saja tapi juga kedekatan dengan anak. Nah antar anak sekolah adalah salah satu caranya," katanya.

Dirinya menjelaskan, hal semacam ini perlu dibangun sejak dini. Sehingga anak menjadi generasi yang lebih produktif dan positif. "Saya imbau juga ASN mengantarkan anaknya pada hari pertama. Ini penting untuk anak-anak kita sendiri," pungkas Pradi. 
(MasGat)
Read More »

Final Piala Dunia 2018, Prancis vs Kroasia: Les Bleus Kembali Jadi Juara, (laporan pandangan Mata)

Perancis Juara Dunia 2018 
Depok, (Depokini) - Tidak perlu babak perpanjangan waktu untuk Prancis memastikan gelar juara dunia kedua mereka sepanjang sejarah. Dengan segala kualitas pemain di atas Kroasia, Prancis unggul 4 gol berbalas dua gol dari sang lawan.

Jelang laga final Prancis dikenal dengan permainan bertahan disertai dengan serangan efektif, sekedar untuk bayangan, dari enam gol yang tercipta di kemenangan melawan Argentina dan Uruguay semuanya tercipta hanya dari enam tendangan tepat ke gawang lawan. Sedangkan di semifinal melawan Belgia, mereka hanya menciptakan satu gol saja dari gol Samuel Umtiti lewat sepak pojok.

Fakta tersebut terbukti di pertandingan kali ini, empat gol mereka hanya tercipta dari lima tembakan ke gawang Danijel Subasic. Di menit ke 18, tendangan bebas Antoine Griezmann sukses menyebabkan salah antisipasi dari Mario Mandzukic yang menjadi penyebab awal gol bunuh diri.

Sedangkan Kroasia yang mengambil alih serangan sejak babak pertama dimulai sedikit kesulitan untuk menembus pertahanan ketat Prancis. Walaupun begitu, 10 menit setelah kebobolan, mereka mampu menyamakan kedudulan lewat tendangan kaki kiri Ivan Perisic, yang diawali strategi set piece cerdas, yang sepertinya sudah dilakukan berkali-kali saat latihan.

Kesialan sepertinya menimpa anak asuh Zlatko Dalic di laga ini. Di menit ke 38, berawal dari sepak pojok Griezmann, Perisic tertangkap oleh VAR handball di kotak penalti. Kesempatan yang tidak disia-siakan oleh Griezmann yang juga jadi algojo untuk membawa Prancis unggul di babak pertama 2-1.

Di babak kedua, permainan sangat terbuka Kroasia sangat dimanfaatkan Prancis untuk menghukum mereka dengan serangan balik.

Pemain Manchester United, Paul Pogba, menambah keunggulan Prancis di menit 59 dan menjadi pemain pertama dari Liga Primer Inggris yang menciptakan gol di final Piala Dunia, sejak Emmanuel Petit di edisi 1998.

Enam menit kemudian, Kylian Mbappe  sanggup mencatat sejarah sebagai pemain termuda kedua (19 Tahun) yang mencatatkan nama di papan skor, setelah Pele (17 Tahun) di tahan 1958. Dua gol ini membuat permainan Prancis terlihat nyaman di menit sisa menit akhir.

Pelatih Didier Deschamps
Gol kedua Vatreni dari Mandzukic yang memanfaatkan blunder Hugo Lloris di menit 69 pun tak berarti apapun bagi Kroasia. Namun setidaknya pemain Juventus tersebut, menjadi pemain kelima yang mampu menciptakan gol di final kompetisi Eropa (Liga atau Piala Champions) dan final Piala Dunia setelah after Ferenc Puskas, Zoltan Czibor, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane.

Gelar juara kedua bagi Prancis ini mengobati kegagalan mereka di edisi 2006 saat kalah dari Portugal, serta dua tahun lalu ketika takluk dari Portugal di partai puncak Piala Eropa 2016.

Bisa disimpulkan, Kroasia memainkan sepak bola lebih nyaman ditonton, tapi Prancis bermain sangat efektif dan sedikit lebih cerdas dalam memanfaatkan peluang.

Bagi Perancis, Pelatih Didier Deschamps adalah salah satu sosok yang berjasa dalam menjuarai Piala Dunia 2018. Sempat diisukan akan diganti jika gagal menjuarai turnamen kali ini, pelatih 49 tahun tersebut mampu menjawab semua kritik yang ditujukan kepadanya dalam 4 tahun terakhir.

Saat 2014, Deschamps gagal membawa Prancis melaju ke semifinal setelah takluk dari Jerman di babak 8 besar. Dua tahun lalu saat Euro 2016 digelar di Prancis, mantan pelatih Marseille tersebut juga gagal di partai puncak setelah kandas dari Portugal. Kekalahan yang membuat posisinya terancam, namun federasi masih memercayainya untuk memegang tim di Piala Dunia kali ini.

Di tahun 2018 ini, Deschamps menjawab semua penantian federasi dan fans Prancis terhadap haus akan gelar juara. Terlebih materi pemain mereka sedang diisi generasi emasi alias para pemain bintang nan berbakat. Walaupun permainan mereka banyak dikritik karena mengandalkan permainan serangan balik, namun pada akhirnya sepak bola berbicara tim mana yang menciptakan banyak gol, bukan tim mana yang banyak menguasai bola.

Selamat buat Perancis. 
(MasGatot)
Read More »

Minggu, 15 Juli 2018

29 PATI TNI di mutasi, Letjen Andika Perkasa jadi Pangkostrad


Jakarta, (Depokini)- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, memutasi 29 Perwira Tinggi (PATI) TNI, termasuk di antaranya adalah Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad) Letjen TNI Andika Perkasa. Menantu AM Hendropriyono ini dipromosikan menjadi Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad).

Letjen Andika Perkasa menggantikan Letjen Agus Kriswanto yang akan memasuki masa pensiun. 

"Iya benar ada pemutasian jabatan Pati, termasuk Letjen TNI Andika Perkasa," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah ketika dikonfirmasi, Jumat (14/7) malam.

Promosi jabatan itu berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/673/VII/2018 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang ditandatangani Kepala Setum TNI Brigjen Ferry Zein tertanggal 13 Juli 2018, Marsekal Hadi Tjahjanto memutasi 29 perwira tinggi (pati).

"Skep-nya 'kan sudah keluar. Kalau soal pelantikan dinamis, waktunya nanti melihat dari pimpinan," kata Sabrar.

Selain Andika, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen AP Putranto juga mendapat promosi dengan menggantikan posisi yang akan ditinggalkan Andika, yaitu Komandan Kodiklatad. Otomatis Putranto akan menyandang bintang tiga di pundaknya.

Putranto yang merupakan alumnus Akmil 1987 bakal menyamai torehan bintang seangkatannya yang lebih dahulu disandang Andika dan Letjen Muhammad Herindra yang kini menjabat Irjen TNI.

Selain itu, Dankodiklat TNI Mayjen Agung Risdhianto juga dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD. Agung yang merupakan alumnus Akmil 1985 merupakan mantan sekretaris pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Agus Surya Bakti yang merupakan suami dari Bella Saphira juga dimutasi menjadi Asintel Panglima TNI. Sementara Mayjen TNI Bebny Indra Pujihastono akan menjabat Dankodiklat TNI.
(MasGat) 
Read More »