Senin, 14 Januari 2019

Nenek Buta Huruf di Depok dikerjain tetangganya, tanah dan rumahnya terancam di sita

Harun, adik kandung dari Arfah menunjukkan copy sertifikatnya
Depok, (Depokini) - Seorang nenek di Depok, Jawa Barat terancam kehilangan tanah dan bangunan miliknya karena menjadi korban kelicikan seorang pria yang disebut berinisial AK.

Kelemahan sang nenek yang tak bisa membaca alias buta huruf dimanfaatkan pelaku untuk menyerobot lahannya seluas 103 meter, dengan hanya menghargai Rp300 ribu.

Nasib nahas itu dialami Arfah (68 tahun) warga Jalan Ridwan Rais, Kecamatan Beji, Depok. Kejadian bermula ketika Arpah diajak oleh tetangganya sendiri, berinisial AK, ke kantor notaris pada pertengahan tahun sekira 2015 lalu.  

Arpah tak mengira, jika surat yang ditandatanganiya itu adalah tentang pemindahan kepemilikan hak atas tanah dan bangunan yang selama ini ia tinggali bersama keluarga.

"Kakak saya buta huruf. Dia sekolah dulu cuma sampai kelas satu, itu juga sekolah rakyat," kata Harun, adik kandung Arpah pada wartawan, Senin 14 Januari 2019.   

Pihak keluarga baru menyadari jika tanah dan bangunan yang selama ini ditempatinya telah beralih kepemilikan  setelah disatroni pihak bank. 

"Kakak saya kaget,  lah kok katanya ada orang bank,"

Lalu lanjut Harun, Ternyata sertifikat tanah kami digadaikan oleh orang lain tanpa sepengetahuan keluarga, termasuk kakak saya sendiri, imbuh Harun sedih.

Setelah diusut, diduga kuat hal itu terjadi ketika Arpah dibawa oleh AK ke notaris. Disana Arpah diminta untuk menandatangani berkas yang belakangan akhirnya menimbulkan masalah.

"memang, kakak saya pulang dari sana dikasih duit, Rp300 ribu, doang,  kita tadinya enggak nyangka bakal begini," terang Harun.

Tak tinggal diam, pihak keluarga pun akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi dengan menyertakan foto kopi surat sertifikat asli tanah tersebut. Namun karena dianggap sebagai kasus perdata, maka perkara itu pun kini sedang dalam penanganan Pengadilan Negeri Depok.
(MasGatot)
Read More »

KH. Arifin Ilham, tulis pesan Kematian di akun Facebook nya

Depok, (Depokini) - Ustaz KH. Arifin Ilham menulis pesan kematian lewat akun Facebook pribadinya saat  dirinya tengah  berjuang keras melawan penyakit kanker kelenjar getah bening di Malaysia pada Sabtu malam 12 Januari 2019. 

Pesan yang ditulisnya di Facebook membuat akunnya banjir tangis dan doa dari para jamaah yang selama ini mencintai ceramah-ceramah Ustaz Arifin Ilham.

Pantauan Depokini,  pesan kematian Ustaz Arifin Ilham hingga Minggu pagi 13 Januari 2019 pukul 05.35 WIB sudah di-share 651 kali, dibanjiri komentar doa dan tangis haru sebanyak 361 komentar, yang me-like sebanyak 2900.

Berikut ini Depokini  kutip pesan kematian yang ditulis Arifin Ilham ..

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Siapa aku? Ya, aku dari tiada, sekarang ada, itu juga hanya sebentar, kembali lagi tiada.

Aku berasal dari ayah ibu, kakek nenek, terus ke atas hingga mendarat di Datuk manusia, Nabi Adam dan Bunda Hawa.
Ujung-ujungnya kita harus menyebut kita adalah bani Adam, keturunan Adam ‘alaihis salam

Sementara bahan dasar moyang kita itu dari tanah, sekarang di atas tanah, semua yang kulihat dari tanah, tidak lama lagi aku pun masuk ke dalam tanah.

Ya, aku yang selalu apik merawat tubuh ini, ternyata calon bangkai yang berkalang tanah.

Aku akan masuk ruang sunyi senyap berbantal tanah, kepala utara, kaki selatan miring ke kiblat.
Belatung, cacing, bau busuk menyerengai dalam daging tulang yang selalu kurawat saat hidup.

Harapan kita tentu Allah menjadikan kuburan kita, Taman Surga-Nya. Aamiin.

Astaghfirullah, inilah yang membuat aku terus-menerus memohon ampunan-Nya.

Inilah yang membuatku semangat dalam beribadah, bernikmat dalam shalat, bahagia berlama-lama sujud di penghujung malam, menangis, dan menyelimuti diri dengan rasa takut akan murka dan azab-Nya.

Allahu Akbar, inilah yang membuat gelora asa terpatri kuat dalam memburu ridha dan Syurga-Nya; inilah yang mendesakkan rasa rindu berjumpa dg-Nya. Inilah energi amal sholehku, dakwahku.

Inilah yang menjadi asbab bersemangat dalam mencari rejeki yang halal, kuat bestari dalam beramal silaturahim, sayang pada keluarga, sayang pada semua apalagi pada yang papa lebih-lebih pada saudara-saudara yang tertindas. 

Merenungi siapa aku, menjadikan diri ini disibukkan dg perbaikan diri, dan sama sekali tidak tertarik mencari aib orang lain, aib diri saja seabrek abrek.

Lunglai sudah jika teringat akan siapa diri ini.
Tertatih jasad ini dalam mengimbangi gelora ruh dan hati yang terus berjibaku menuju-Nya.

Terluap "khouf" rasa takut hebat kpd-Nya dan "rojaa" berharap sangat kpdNya.
Bergelayut sedih berbaur bahagia. Putaran waktu di dunia ini terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal hidup selama-lamanya.

Sebentar, tetapi menentukan keadaan di Akhirat kelak. Dunia bukan untuk main-main apalagi maksiat.
Umurku tidak sepanjang perjuanganku. Sementara dosaku banyak, ilmuku kurang, keadaan inilah membuat waktu hidup ini terasa semakin sebentar.

Duhai kalian, Abah yang telah berpulang, Mama, anak-anakku, istri-istriku, anak-anak yatimku, anak-anak santriku, keluargaku, guru-guruku, para sahabatku, jamaah zikir, juga kalian sahabat FB-ku, instgram-ku, saudara-sauadaraku di Palestina, Afghan, Irak, Suriah, Yaman, Mesir, Afrika Tengah, Ughur China, Khasmir, Rohingya, Patani, Moro dan seluruh umat, juga negeri Indonesia tercinta ini, telah masuk merenggut hati dan pikiranku.

Diri ini, demi Allah, sayang semua, cinta semua karena Allah.

Rasanya tidak disebut doa, kecuali kalian semua bagian doaku. Aku ingin semua damai dalam naungan Syariat-Nya dan hidup bahagia dalam Sunnah Nabi-Nya, sehingga negeri tercinta kita Indonesia hidup damai aman dalam penuh berkah Allah.

"Allahumma ya Allah ampunilah diri ini, dan semua kami. Selamatkanlah kami dari semua fitnah dunia dan kezholiman, dan terimalah mereka yg wafat sebagai syuhada disisiMu...

SubhanAllah air mata ini terus mengalir dalam oase hati ini krn sayangnya abang pada antum semua krn Allah... 

Pimpinan Redaksi dan segenap keluarga besar Depokini, mendoakan semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk Ustaz KH. Arifin Ilham
(MasGatot)
Read More »

Minggu, 13 Januari 2019

Bulan Tanpa Cahaya

KRMH. Gatot DP. Sulistyo
Oleh : KRMH. Gatot DP. Sulistyo

Bulan tersembul di tengah awan,
Semburat cahayanya, tak terang,
Ia nampak muram,
Seiring dengan menebalnya awan yang kian menghitam,
Bulan tanpa cahaya...

Angin malam berdesis,
Pepohonan bergoyang lemah,
Suara jengkerik pun terdengar pilu,
Seakan melantunkan tanya penuh makna..
Ia menjadi gusar...
Bukan tanpa cahaya...

Bulan semangkin meninggi,
Menjauh dari desah bumi,
Yang semangkin terpapar, 
Tergores, luka..dan
Kini bumi marah...
Bulan tanpa cahaya...

Aku dengar tangismu.., aku dengar
Aku dengar jeritmu.., aku dengar
Aku menangis dan menjerit...
Bulan tanpa cahaya...

Tergores, luka dan marah...

Medio, 13 Januari 2019
Read More »

Rabu, 09 Januari 2019

Lagi Gebrakan Dishub Depok, Pelican Crossing di Jalan Margonda di sosialisasikan

Pelican Crossing di Jalan Margonda Raya yang di sosialisasikan oleh Dishub Depok
Depok, (Depokini) - Kota Depok rupanya memiliki pelican crossing sejak lama. Namun, karena kurangnya sosialisasi, penggunaan pelican crossing kurang maksimal.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok Dadang Wihana,  mengatakan pelican crossing yang terletak di Jalan Margonda Raya, tepatnya di depan Halte Pocin, sudah ada sejak 2011. Hanya, alat tersebut sering mengalami kerusakan.

"Kerusakan beberapa komponen, sehingga tidak berfungsi. Sejak November dan Desember kita lihat kerusakannya seperti controller dan beberapa kabel rusak kita coba ganti," kata Dadang saat dihubungi wartawan, Selasa (8/1/2019).

Dadang Wihana,
Kadishub Kota Depok
Dadang mengatakan pihaknya masih mengevaluasi terus penggunaan pelican crossing. Selain perilaku pejalan kaki, pihaknya memperhatikan dampak pengaturan waktu pelican crossing terhadap arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

"Perlu dilihat dampak-dampaknya, pertama bagaimana timbulnya antrean ketika pelican crossing difungsikan, bagaimana sikap pengguna jalan, terutama pengguna kendaraan bermotor," katanya.

Ia mencontohkan pelican crossing di depan Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Menurutnya, pelican crossing tidak juga mendisiplinkan pengguna kendaraan.

"Faktanya, pelican crossing di Universitas Pancasila ada, tetapi kendaraan bermotor tetap jalan, tidak mengindahkan begitu. Di kita juga kiranya perlu ada proses edukasi mengenai ini," sambungnya.

Meski begitu, pelican crossing dinilai sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan pejalan kaki. Namun pihaknya mengatur waktu agar pelican crossing tidak menambah kemacetan di Jalan Margonda Raya.

"Pelican crossing sangat diperlukan, terutama bagi mereka untuk menjamin keselamatan (saat) menyeberang, selalu kita day to day evaluasi. Kemarin sudah juga kita desain (pengaturan waktu) setiap 3 menit fungsional," lanjutnya.

"Nanti berapa lama pelican crossing itu lampu hijau sekitar 28 detik. Nanti kalau dirasa kurang, kita akan tingkatkan menjadi 30 detik," tambahnya.

Ke depan, Dishub Depok akan menerapkan pelican crossing di titik lain yang banyak penyeberang jalan.

"Rencana memang kita akan fungsikan lagi pelican crossing di depan Balai Kota, tapi nanti kita akan lihat apa kerusakan-kerusakannya," tukas Dadang.
(MasGatot)
Read More »

Buka Sosialisasi Pembangunan Kota Depok tahun 2019, Wali kota Depok tekankan Pembangunan untuk rakyat

Wali kota Depok KH. DR. M. Idris tengah menyampaikan sambutannya
Bumi Wiyata, (Depokini) - Wali kota Depok, KH. DR. Mohammad Idris secara resmi membuka Sosialisasi Pembangunan,  yang merupakan Rencana Kegiatan Pemerintah Kota Depok Tahun Anggaran 2019, kegiatan itu berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Depok, pada, Rabu (9/1/2019).

Wali kota Depok dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini adalah awal dari rangkaian kegiatan Pembangunan Kota Depok yang berorientasi pada terwujudnya Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Relegius, rencana kegiatan pembangunan Kota Depok tahun 2019 merupakan hasil dari pembahasan dan penganggaran yang telah memenuhi berbagai sisi,  antara lain, teknokratik, politik, dan sisi partisipatif masyarakat.

Para peserta Sosialisasi Pembangunan, tampak Camat Sawangan dan Camat Beji
Lalu lanjut Wali kota lagi, mengingatkan kepada segenap ASN Kota Depok bahwa Pembangunan yang sudah dan tengah dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Depok (Pemkot), adalah demi kepentingan rakyat, bukan pembangunan yang beroientasi pada kepentingan pribadi atau pun golongan dan kelompok.

"pembangunan yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemkot Depok seutuhnya demi kepentingan rakyat, dengan orientasi mewujudkan kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Relegius," imbuh M. Idris serius.

Dalam kesempatan tersebut, Wali kota menyatakan bahwa dirinya lebih percaya kepada Lurah dan Camat, untuk itu M. Idris mengamanatkan agar para Lurah dan Camat se Kota Depok untuk menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati, demi kepentingan rakyat, seraya Wali kota meminta kepada Lurah dan Camat se Kota Depok untuk memahami setiap peraturan dan instruksi Wali kota, papar Wali Kota Depok.

Assinten Daerah dan Sekretaris Daerah Kota Depok
Seusai, Wali kota memukul gong  membuka secara resmi Sosialisasi Pembangunan Kota Depok Tahun 2019, acara di lanjut dengan panel pemaparan rencana kerja, yang di sampaikan oleh Kadis PUPR, Kadis LHK, Kadis Kesehatan Kota Depok, dan Wakil Ketua DPRD Kota Depok.

Hadir pada acara Sosialisasi Pembangunan Kota Depok tahun 2019, para Kepala Dinas /Kepala Badan, Camat dan Lurah seKota Depok, para Ketua LPM Kelurahan se Kota Depok.
Sementara Wakil Wali kota Depok dan Komandan Kodim Depok hadir setelah Wali kota meninggalkan tempat acara.
(MasGatot)
Read More »