Rabu, 25 April 2018

Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan Tarhib Ramadhan tingkat Kota di gelar hari ini

Walikota Depok, KH. M. Idris saat membuka acara peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, pada rabu (25/4/2018)
Depok (depoKini) - Walikota Depok, KH. M. Idris bersama dengan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna serta unsur Forkompimda Kota Depok hari ini, rabu (25/4/2018) laksanakan Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan tarhib Ramadhan yang di rangkai dengan acara Tasyakuran Hari Jadi Kota Depok ke 19. Ketiga acara tersebut digelar bersamaan di aula Teratai, lt. 1 gedung Balaikota Depok.

Sidik Mulyono, Kadis Kominfo Kota Depok yang merupakan Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Jadi Kota Depok ke 19, mengatakan dalam sambutan laporannya, bahwa tasyakuran hari jadi Kota Depok yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan juga tarhib ramadhan adalah sebagai wujud pembinaan dan penguatan akidah iman islam dalam upaya pencapaian kota yang Unggul, Nyaman dan Relegius.

Dalam kesempatan tersebut Sidik juga menyampaikan bahwa seluruh potensi masyarakat kota Depok diundang, di penhujung sambutan laporannya dirinya meminta kesediaan Walikota Depok untuk membuka acara dan juga meminta KH. Muhammad Iwan Jawawi selaku penceramah untuk memberikan tausyiyah, katanya.

Sementara, Walikota Depok, KH. M. Idris mengingatkan bahwa peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW acapkali diperingati di berbagai tempat, tetapi inti sari dari isi ceramah musti tertanam dalam sanubari sebagai wujud peningkatan iman islam.
Dirinya juga menambahkan, hal yang sama juga berlaku pada acara tasyukuran Hari Jadi, pastilah muara acara tersebut adalah wujud rasa syukur sebagai bentuk ketaqwaan kepada iman islam, imbuh Idris.

Selain hal tersebut diatas, Idris juga menyampaikan kegembiraannya selaku warga Jawa Barat, bahwa Propinsi Jawa Barat mendapat penghargaan tertinggi Pelaksanaan Pembangunan dalam rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, yaitu penghargaan Parasamsa Purnakarya Nugraha, dan penghargaan tersebut di peroleh Aher selaku Gubernur Jawa Barat di penghujung masa baktinya kepada masyarakat Jawa Barat, papar Idris.

Walikota juga menyampaikan terima kasih dan bangga kepada insan pers Depok, yang telah turut mempromosikan Depok lewat pemberitaannya, pungkasnya seraya membuka acara Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan tarhib ramadhan tingkat kota Depok sekaligus tasyakuran Hari Jadi Kota Depok ke 19.
Hadir pada acara tersebut, perwakilan unsur Forkompimda, Sekda Kota Depok,  OPD Kota Depok, Ketua DPD KNPI Kota Depok, Ketua MUI, organisasi keagamaan, Karang Taruna, LPM dan undangan lainnya. (GDP)

Read More »

Walikota Depok, buka Gerimis Telur

Walikota saat membuka Gerimis Telur, Rabu (25/4/2018)
Depok, (depoKini) - Bertempat di halaman Balaikota Depok, Walikota Depok, KH. M. Idris membuka Gerakan Intensif Minum Susu dan Makan Telur (Gerimis Telur), pada Rabu, 25/4/2018.

Anak anak yang ikut dalam Gerimis Telur
Dalam sambutannya Walikota mengingatkan bahwa Gerimis Telur adalah sebuah gerakan yang bersifat intensif, artinya gerakan minum susu dan makan telur harus terus digalakan secara masif, agar kedepannya di Depok bakal muncul generasi yang sehat dan cerdas jasmani dan rohani dalam upaya mencapai Depok yang Unggul, Nyaman dan Relegius.
Dirinya juga menambahkan, bahwa di Depok ini ada sekitar 600 ribu anak yang musti menjadi sasaran garap Gerimis Telur,
"di depok ini ada sekitar 600 ribu anak yang musti digarap untuk dibiasakan minum susu dan makan telur, tapi anggaran yang ada hanya bisa mencukupi untuk 2000 anak, masih kurang", imbuh Idris.

Lalu lanjutnya lagi, dirinya berharap ada tambahan anggaran pada anggaran perubahan (APBD-P 2018).

Hadir pada acara tersebut, Anggota DPRD Depok Yetti Wulandari dari FGerindra, Kadinas Poryata, Camat Pancoran Mas, Camat Cimanggis
(GDP)
Read More »

Selasa, 24 April 2018

Paslon Asyik bidik 25 persen suara kaum milenial di Jawa Barat

Pasangan Cagub dan Cawagub nomor urur 3.
Bekasi, (depoKini) - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat pasangan nomor urut 3, Ahmad Syikhu membidik minimal 25 persen suara kaum milenial. Untuk menjaring mereka, Syaikhu menawarkan program "Asyik-Preneur". Ini untuk mendongkrak elektabilitasnya menyusul hasil survei Indobarometer, pasangan nomor urut 3 itu hanya meraih angka 4,5 persen suara.

"Mudah-mudahan hasil survei yang akan datang, pasangan Asyik meningkat," kata Ahmad Syaikhu di Bekasi, Senin (23/4).

Diberitakan sebelumnya, hasil survei Indobarometer menempatkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum di posisi teratas tingkat elektabilitasnya yaitu 36,7 persen. Lalu di urutan kedua pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 31,3 persen, dan hasil akhir adalah pasangan TB. Hasanudin-Anton Charliyan, yang hanya 3,4 persen.

Menurut Syaikhu, kaum milenial di Jawa Barat mencapai 12 juta. Hasil survei di lapangan, ada tiga persoalan yang mendasar. Di antaranya kurangnya pemberdayaan ekonomi, pengangguran, pemberdayaan UMKM.

"Minimal 25 persen atau separuhnya bisa digarap, kami yakin mereka akan memilih pasangan Asyik," ujar mantan Wakil Wali Kota Bekasi ini.

Syaikhu mengatakan, program entrepreneur bagi kaum milenial menjadi tantangan sendiri. Dia melihat geliat dan semangat anak muda untuk menjadi pengusaha yang ingin menciptakan lapangan kerja.

"Bisa jadi tidak akan terkait Pilkada semata, menang atau tidak, Asyik prenur ini akan terus menggeliat. Insya Allah kami juga akan terus bersama dengan mereka," kata Cawagub pasangan nomor urut 3 ini bersemangat. (GDP)
Read More »

Ini Perbedaan Fungsi KRL, MRT dan LRT di Ibu Kota

Tampak muka MRT
Jakarta, (depoKini)  – Dalam  tiga hingga empat tahun terakhir, jaringan transportasi di Ibu Kota Jakarta dan daerah penyangganya dibangun pesat oleh Pemerintah. Tujuannya adalah untuk mempermudah akses masyarakat dalam bertransportasi dan mengurangi kemacetan di jalan.

Jaringan transportasi yang dibangun tersebut yaitu Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dari Lebak Bulus-Bundaran HI, Light Rail Transit (LRT) Bekasi-Cawang dan Cibubur-Cawang, serta penambahan rute Kereta Rel Listrik (KRL).

Kereta LRT buatan INKA
Ketiga moda transportasi tersebut dinilai menjadi solusi paling ampuh mengatasi kemacetan. Namun, dari semua itu sebenarnya apakah masyarakat tahu perbedaan dan fungsi tiga moda transportasi tersebut?

Dikutip dari Instagram PT Adhi Karya Tbk @adhikaryaid, pada Senin 23 April 2018, tiga moda transportasi yang nantinya menjadi andalan di Ibu Kota itu memiliki perbedaan dari perlintasan, kapasitas penumpang dan rangkaiannya.

Untuk LRT atau kereta api ringan, tentunya mengacu pada beban ringan dan bergerak cepat. Pada LRT meski daya angkut tak sebesar MRT dan KRL, namun moda ini mudah memindahkan penumpang melalui operasi rute yang lebih banyak.

Selain itu, kelebihan dari moda transportasi LRT ini, sistem perlintasannya dibuat melayang. Sehingga tidak memiliki konflik sebidang seperti sering kita temukan di lintasan KRL, dan headway antarkereta dan dapat dipastikan waktunya.

Kemudian, MRT merupakan transportasi dengan transit cepat, memilki daya angkut yang lebih besar dari LRT. Proyek MRT di Jakarta pengerjaannya dibangun oleh Shimizu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Konstruksi dan SMCC-Hutama Karya.

MRT di Jakarta perlintasannya pun tak dibuat sebidang atau sama dengan LRT, di mana jalurnya melayang dan bawah tanah. Rencananya MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Maret 2019.

KRL atau Commuterline
yang kini telah memiliki jalur baru
Cikarang dan Rangkas Bitung
Sedangkan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1925, merupakan kereta rel yang menggunakan sistem propulsi motor listrik sebagai penggerak keretanya.

KRL yang melayani rute Jabodetabek ini seringkali bertemu konflik sebidang dengan penyeberangan jalur kendaraan mobil dan motor. KRL kini telah memiliki jalur baru hingga ke Cikarang dan Rangkas Bitung. (GDP)
Read More »

Sastrawan Dorong Terbentuknya TPF Wajah Sultan Banten

Serang, (depoKini) - Sastrawan Banten, Toto ST. Radik, mengaku resah ketika masih munculnya kesimpang-siuran tentang wajah dari para Sultan Banten terdahulu. Menurutnya persoalan ini harus segera diselesaikan dan disepakati oleh pihak Pemda dengan cara membentuk semacam Tim Pencari Fakta (TPF).

“Karena itu sudah terlanjur mau tidak mau harus disetop, kemudian pemerintah membentuk tim untuk mengkaji foto (Sultan Banten) yang paling benar yang di dalamnya ada pemerintah, sejarawan, budayawan dan lain sebagainya, untuk bekerja sama mencari fakta-fakta itu,” kata Toto kepada awak media, Senin kemarin, (23/4/2018).

Jika memang datanya ada di luar negeri, seperti di Belanda dan negara lainnya, maka tim tersebut harus mencari hingga kesana. Namun, hal ini juga akan berhubungan dengan alokasi anggaran Pemda untuk persoalan ini.
“Tapi ini penting untuk dikaji, karena menyangkut bagian dari sejarah perjalanan bangsa," tambahnya.

Penelusuran keluar tersebut harus diawali dengan mencari dan mengumpulkan data-data atau dokumen yang ada di kalangan warga Banten, Dzuriyat Kesultanan Banten, keturunan langsung dari Sultan Banten.
“Siapa tahu mereka punya, atau ada catatan khusus yang menjelaskan profil sultan, seperti ciri-cirinya, matanya seperti bagaimana, alisnya seperti apa, itu bisa direka ulang oleh ahlinya, dan kemudian itu disepakati bersama oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah,” terang Toto.

Untuk di Banten sendiri, sebenarnya terdapat salah satu versi wajah Sultan Banten yang dirasa mendekati aslinya, dikarenakan melalui beberapa pengumpulan data, yaitu patung Sultan Ageng Tirtayasa yang sedang berkuda, dan merupakan karya dari seniman Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Itu bisa menjadi salah satu referensi untuk diteliti, dibandingkan data-data lain yang ada di Taman Mini atau gambar di Belanda. Sepengetahuan saya, untuk Sultan Ageng Tirtayasa ada dua versi, yang patung berkuda dan di Taman Mini, kalau ada ditemukan yang lain tinggal dibandingkan,” ujarnya.

Pencarian fakta terkait wajah asli dari beberapa Sultan Banten, seperti Sultan Hasanudin dan Sultan Ageng Tirtayasa sebenarnya sudah selalu dilakukan beberapa tahun kebelakang. Namun sayangnya hingga saat ini masih saja belum menemui kesepakatan, dan bahkan tetap mengulang kesalahan yang sama.

“Untuk gambar yang Sultan Hasanudin itu sudah seharusnya tidak ditampilkan lagi, tidak divisualisasikan,” kata Toto.

Menanggapi usulan tersebut, Namin,  Ketua DPRD Banten, mengatakan, dengan adanya kembali permasalahan penggunaan gambar Sultan Hasanudin Makasar yang dilakukan oleh Dindikbud Kota Serang, maka akan dicoba untuk didorong agar kembali mendata kebenaran sejarah Banten tersebut.

“Kami jadi diingatkan kembali terkait hal ini, ini memang seharusnya segera disikapi dengan mencari data yang sebenarnya, jangan sampai nanti kita bingung, Sultan Hasanudin itu dari Makasar atau dari Banten, untuk usulan pencari fakta, akan coba kami kawal,” jelas Namin.

Dengan melalui pencarian fakta tersebut, diharapkan akan mendapatkan sejarah Banten yang sebenarnya, dan akan diusahakan untuk didorong dalam program selanjutnya.

Berbeda dengan Namin, Walikota Serang, Tb Haerul Jaman mengatakan, tidak diperlukan adanya TPF, namun ia berjanji akan meminta kepada Dindikbud Kota Serang untuk menarik buku yang salah tersebut.

“Sebenarnya tidak perlu sampai buat tim, tapi cukup dengan memperhatikan dan mengkoreksi saja,” kata Walikota. 
Read More »