Jumat, 20 Juli 2018

Pemkot Depok Bantu Siswa Miskin Sekolah Gratis di Swasta

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)  Kota Depok, M.Thamrin (foto. Dok. Diskominfo Kota Depok) 
Depok, (Depokini) - Siswa miskin yang tidak tertampung di sekolah negeri dikarenakan melampaui kuota penerimaan tidak perlu khawatir. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan membantu membiayai siswa miskin untuk mendapat pendidikan di sekolah swasta melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di semester I tahun ajaran 2018/2019, dana BOS APBD yang diberikan ke 160 SMP swasta akan dialokasikan untuk kebutuhan siswa miskin, sehingga mereka tidak dibebankan biaya atau gratis di sekolah swasta,” tutur Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin kepada depok.go.id belum lama ini.

Dikatakan Thamrin, untuk jumlah dana BOS APBD yang dialokasikan untuk siswa miskin di sekolah swasta sebesar Rp 3 juta per siswa setiap tahun. Dana tersebut akan ditransfer ke sekolah setiap semester sebesar Rp 1,5 juta.

“Untuk pencairannya menunggu APBD Perubahan Kota Depok. Kemudian, bagi sekolah swasta yang tidak menerima siswa miskin, maka sekolah tersebut tidak mendapatkan dana BOS APBD dan bantuan Kesejahteraam Rakyat (Kesra) untuk guru swasta,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dengan daya tampung dan jumlah sekolah negeri yang terbatas,  Disdik pun menentukan kuota penerimaan siswa miskin hanya sebesar 20 persen. Sedangkan, untuk jumlah sekolah negeri yang ada di Depok ada 272 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 26 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

“Jadi, bukan penolakan oleh sekolah negeri terhadap siswa miskin, tetapi karena daya tampung yang terbatas, sehingga kami membatasi penerimaan siswa miskin sebesar 20 persen di setiap sekolah negeri. Misalnya, daya tampungnya 300 siswa maka siswa miskin yang diterima hanya 60 siswa. Sementara yang mendaftar sekitar 200 siswa miskin di sekolah negeri,” tandasnya.
(MasGatot) 
Read More »

Kamis, 19 Juli 2018

Fitriawan : koperasi soko guru ekonomi kerakyatan, hayo perkokoh koperasi

M. Fitriawan, ST, MM - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Depok
Balaikota, (Depokini) - Peringatan Hari Koperasi Nasional ke 71 Tingkat Kota Depok, dilaksanakan dengan menggelar acara Pekan Koperasi selama tiga hari, dimulai pada hari ini, kamis (19/7/2018) dan akan berakhir pada sabtu, (21/7/2018).
Pembukaan acara Pekan Koperasi dilakukan oleh Wali Kota Depok,  KH. DR. M. Idris, MA kamis pagi (19/7/2018) di halaman lapangan upacara Balaikota Depok. 

Walikota Depok, dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya dan berterima kasih atas terselenggaranya acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke 71 tingkat Kota Depok, yang terangkum dalam gelaran Pekan Koperasi ini. 
"secara pribadi dan atas nama pemerintah Kota Depok, saya ucapkan terima kasih dan rasa bangga atas pelaksanaan peringatan Hari Koperasi Nasional tingkat Kota Depok, acaranya sangat menarik dan inspiratif.  

Dirinya juga memaparkan tentang reformasi koperasi secara total, ada tiga komponen untuk
M. Fitriawan, ST, MM kepala Dinas
Koperasi dan UMKM mendampingi
 Wali Kota saat memukul bedug
 tanda dibukanya pekan koperasi
mereformasi koperasi, yakni Rehabilitasi, Reorientasi dan yang ketiga adalah pengembangan koperasi, papar Idris dalam sambutannya. 

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, M. Fitriawan, ST, MM saat di wawancarai Depokini seusai acara pembukaan mengatakan, bahwa peringatan Hari Koperasi ke 71 ini adalah momentum untuk kembali memperkokoh koperasi, yang merupakan soko guru ekomomi kerakyatan. 

"gerakan koperasi harus kembali digelorakan di tengah masyarakat, jalannya antara lain adalah dengan meningkatkan peran koperasi ditengah masyarakat dengan harapan minat masyarakat menjadi tumbuh, koperasi itu soko guru ekonomi kerakyatan, " kata Fitriawan. 

Lalu lanjut Fitriawan, Tekad untuk memperkokoh koperasi di tengah masyarakat bukan sekedar pada lips services belaka, dinas yang dipimpinnya sudah sejak lama mengadakan pembinaan dan pelatihan pelatihan kepada koperasi yang ada di Kota Depok, berbagai pelatihan dilakukan untuk menjadikan koperasi kokoh dan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi anggotannya, imbuhnya bersemangat. 

"dinas Koperasi dan UMKM terus melakukan pelatihan demi peningkatan kualitas pengelolaan koperasi, pelatihan yang dilakukan semisal menejerial perkoperasian untuk pengurus dan pengawas koperasi pun juga pembinaan untuk anggota koperasi," katanya. 


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Depok,
saat memberikan arahan pada staffnya
Saat ini di Kota Depok, kata Fitriawan, berdasarkan data, ada sekitar 396 koperasi dengan jumlah anggotanya sebanyak 60 ribuan, dan dari 396 badan koperasi tersebut yang sudah RAT (Rapat Anggota Tahunan) baru sepertiganya. 

Dirinya juga menyampaikan, bahwa dinasnya akan memberikan teguran ataupun peringatan kepada koperasi yang belum melaksanakan RAT untuk segera melaksanakannya, jika ada kendala atau masalah segera berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, imbuhnya 

Dipenghujung wawancara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Depok ini mengajak kepada segenap masyarakat untuk kembali kepada koperasi,

"bergerak bersama koperasi untuk memperkokoh ekonomi kerakyatan menuju Depok, yang Unggul, Nyaman dan Relegius, pungkas Kepala Dinas yang ramah ini. 

Selamat Hari Koperasi Nasional ke 71 

(Mas Gatot) 
Read More »

Peringati Hari Koperasi ke 71, DKUM Kota Depok, gelar Pekan Koperasi

Saat pembukaan acara Pekan Koperasi, kamis 19/7/2018 di Balaikota Depok
Balaikota, (Depokini) - Peringatan Hari Koperasi Nasional ke 71 tingkat Kota Depok, dilaksanakan dengan gelaran acara Pekan Koperasi, yang kegiatannya dipusatkan di balaikota Depok. Pekan Koperasi dilaksanakan selama 3 tiga hari terhitung sejak hari ini, kamis (19/7/2018) dan akan berakhir pada sabtu, 21/7/2018 mendatang, demikian setidaknya laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Menengah (DKUM) Kota Depok. 

(ki-ka) : Ka. Dinas Koperasi dan UMKM,
Wali Kota Depok dan Kepala Dewan
Koperasi Kota Depok
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Menengah (DKUM) Kota Depok, M. Fitriawan, ST, MM dalam laporannya juga mengatakan, bahwa tema acara pekan koperasi ini adalah "Koperasi bergerak bersama Kiuntuk ekonomi kerakyatan, Depok Unggul". 

Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Koperasi Nasional ke 71 tingkat Kota Depok, selain diisi penyelenggaraan bazar produk UMKM dan Koperasi selama tiga hari, ada juga donor darah, khitanan massal, lalu saresehan seputar perkoperasian, penghargaan untuk koperasi berprestasi, dan lomba mars koperasi, lomba senam maumere serta di penghujung kegiatan adalah jalan santai yang akan dilaksanakan pada sabtu, 21/7/2018 mendatang. 

Pose bersama para penerima
penghargaan koperasi berprestasi 
Sementara Wali Kota Depok, KH. DR. M. Idris, MA dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan kebanggaannya atas terselenggaranya acara Pekan Koperasi dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke 71 Tingkat Kota Depok.
"saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan acara Pekan Koperasi ini, dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke 71 Tingkat Kota Depok, kegiatan ini sangat menarik dan inspiratif" kata Wali Kota dalam sambutannya. 

Wali Kota juga menyampaikan perlunya gerakan reformasi koperasi secara menyeluruh agar koperasi sebagai soko guru ekonomi kerakyatan menjadi lebih kokoh. 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang di dampingi Bunda Elly Farida selaku Ketua Penggerak PKK Kota Depok, Kadinas Koperasi dan Usaha Menengah, Ketua Dewan Koperasi Daerah Kota Depok memberikan penghargaan kepada koperasi yang berprestasi, dan dalam acara tersebut juga turut Diresmikannya D'co mart (Depok Coorporative mart) semacam pasar swalayan yang dikelola oleh koperasi pegawai.

Hadir pada acara Pekan Koperasi dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional Ke 71, penggiat Koperasi se Kota Depok, Dewan Koperasi Daerah Kota Depok, Dewan Koperasi Daerah Kab. Bogor, Kasatpol PP, Ka. BKD Kota Depok dan undangan lainnya. 
Read More »

Rabu, 18 Juli 2018

APSAI Depok gelar rapat perdana untuk mewujudkan Depok Kota Layak Anak

Para Punggawa APSAI Kota Depok
Depok, (Depokini) - menindak-lanjuti pembentukan Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI ) pada selasa (10/7/2018) yang lalu, pengurus APSAI yang terpilih hari ini, Rabu (18/7/2018) gelar rapat perdana, dengan agenda konsolidasi kepengurusan dan juga hal terkait kesekretariatan APSAI Kota Depok. Rapat itu dilaksanakan di ruang rapat DPAPMK.

Pada gelaran rapat perdana APSAI tersebut, hadir pengurus APSAI, antara lain, Sugeng Riyanto, selaku Ketua, didampingi Sekretaris, Amir Ma'ruf, dan Bendahara APSAI, Jaka Nugraha serta unsur pengurus lainnya, antara lain,  Desfandry,  Zaenal, Iqbal dan Hesti, demikian informasi yang Depokini terima dari Amir Ma'ruf selaku Sekretaris APSAI Kota Depok melalui pesan WA nya. 

Amir juga menyampaikan bahwa pada gelaran rapat perdana APSAI agenda pembahasan terkait konsolidasi internal dan masalah kesekretariatan APSAI Kota Depok. 

Seperti di ketahui pembentukan APSAI ini adalah sebagai prasyarat untuk pencapaian Kota Layak Anak (KLA) dan APSAI Kota Depok ini adalah pioner di wilayah Jawa Barat, yang menurut rencana kepengurusan APSAI Kota Depok ini akan dikukuhkan dan dilantik oleh Wali Kota Depok, yang waktunya ditentukan kemudian.  

APSAI Kota Depok, nampaknya sungguh-sungguh ingin berbuat demi mewujudkan Depok Kota Layak Anak, yuk kita  dukung....
(Mas Gatot) 

Read More »

Polda Metro Sebar Polisi Pakaian Preman di daerah zona merah, Depok aman

Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol. R. Argo Yuwono
Jakarta, (Depokini)-Untuk mengantisipasi aksi kriminal, Polda Metro Jaya mengerahkan sejumlah personel berpakaian preman di kawasan yang masuk dalam zona merah atau daerah rawan. Tercatat, ada 29 kawasan rawan kriminalitas yang tersebar di Jakarta dan Bekasi. 
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Polda Metro menyebar personel non seragam dibeberapa titik yang dinilai masuk dalam zona merah. 

“Sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu, hasilnya juga telah ditangkap beberapa pelaku,” katanya kepada wartawan, Selasa (17/7/2018). 

Ilustrasi penangkapan preman
 di Jakarta (istw) 
Dia melanjutkan, pihaknya juga telah memberikan atensi khusus dibeberapa wilayah yang terbilang rawan.

 "Ada atensi untuk menambah jam patroli dibeberapa wilayah," imbuh Kabid Humas Polda Metro ini.

Operasi yang dilakukan akan berakhir pada 3 Agustus mendatang. Sejauh ini, ada 11 pelaku kejahatan yang sudah tewas, tertembus timah panas karena mencoba kabur atau melawan petugas saat hendak ditangkap,  sedangkan untuk yang masih hidup ada 41 orang.

Sampai saat ini, pihaknya juga telah memetakan beberapa lokasi yang dinilai rawan. Dari data yang didapatkan ada lokasi yang masih dalam kondisi merah. Lokasi rawan di Jakarta Pusat, seperti di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Simpang Coca-Cola, Jalan Ahmad Yani, dan Senen.

Selanjutnya, daerah rawan di Jakarta Utara sekitar Cilincing, Perempatan Mambo, Tanjung Priok, Jalan Perintis Kemerdekaan, Teluk Gong dan Ampera.

Sementara daerah rawan di Jakarta Barat mencakup wilayah Cengkareng, Perempatan Grogol, Tomang, Slipi, Pesing, dan Roxy.

Wilayah Jakarta Selatan meliputi Pancoran, Mayestik, Cipete Raya, Cilandak, dan Pasar Jumat. Sedangkan Jakarta Timur, Pasar Rebo, Perempatan Arion dan Rawamangun. 

Kemudian, titik rawan di Kota Bekasi, seperti di Jalan Raya Bekasi, Kranji, Ujung Menteng, dan Kalimalang. 
Sementara untuk Kota Depok tidak Ada daerah atau wilayahnya yang masuk dalam zona merah, Depok aman. 
(MasGat)
Read More »