Minggu, 16 Juni 2019

Presiden Jokowi Resmi Membuka Pekan Kesenian Bali

Presiden Jokowi saat membuka Pekan Kesenian Bali
Denpasar (depoKini) - Ibu Negara Iriana Jokowi yang mengenakan kebaya merah, ternyata lebih dulu sampai di panggung, dengan diiringi para istri menteri yang tergabung dalam organisasi Oase Kabinet Kerja. Dalam acara pembukaan Pekan Kesenian Bali (PKB) ke-41/2019 tersebut, dimana acara ini merupakan ajang promosi budaya khas dari kabupaten/kota seluruh Bali dan provinsi lain bahkan hingga perwakilan dari luar negeri (15/6).

Pekan Kesenian Bali merupakan cermin keberadaan Pancasila

Kedatangan Presiden Jokowi yang didampingi oleh Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung diiringi 100 penari pendet dan baris gede. Dalam laporannya, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan PKB merupakan upaya membumikan Pancasila di Bali.


“Di tengah dinamika politik, ada seni yang dapat menyatukan kita kembali. Melalui PKB mari kita kembangkan spirit kebersatuan dan kebhinekaan bangsa,” ucap Wayan. Ketua Tim Pelaksana Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan PKB ajang yang menyatukan Produk, Proses, dan Philosphy atau ajaran agama Hindu “Trihita Karana” (ma/pn) | Foto: Dok.Kemenpar | Jaringan Tanah Impian
Selanjutnya.... »

Kamis, 13 Juni 2019

CARI TAU PENYAKIT ANDA DAN OBATI DENGAN CARA PERBAIKI DIRI ANDA SENDIRI

Ilustrasi spritual (istw)
Depok, (Depokini) - Kita acapkali mendengar kabar bahwa saudara kita, atau orang yang kita sayang, atau karib sahabat, tetangga mengidap berbagai macam penyakit. Yang harus dirawat di Rumah Sakit bahkan hingga harua opname, dan tak sedikit yang akhirnya meninggal dunia. 
Selain pengobatan secara medis, atau dunia kedokteran, ada juga pengobatan non medis, yakni melalui diri sendiri. Karena menurut beberapa penelitian sumber utama penyakit ada pada ketidak seimbangan spiritual diri sendiri. Depokini coba paparkan beberapa jenis penyakitnya :

1. Maag
Bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan yang tidak teratur, Akan tetapi justru lebih didominasi karena "stress" coba untuk lebih Fress dan memerdekakan  Diri.

2. Hypertensi
Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin, Daging tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage emosi Jadi Coba dengan cara mengatur Emosi Dan tumbuhan rasa atau empaty. 

3. Kolesterol
Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.

4. Asma
Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi  Dikarenakan sering merasa "sedih" yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi Coba Terus Membuat suasana Hati riang dan Refresing

5. Diabetes
Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, yang manis manis,  tapi Bisa saja sikap "egois dan keras kepala" yang mengganggu fungsi pankreas, Coba Ikhlas Dan Rela Dalam segala Hal.

6. Liver
Bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat "ngrasani" orang lain yang justru merusak hati kita, Coba Untuk Membuat hati kita tenang Dan Damai.

7. Jantung koroner
Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah, kikir alias pelit yang membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil

Presentase Indikator penyebab munculnya penyakit adalah karena masalah :

Spiritual 50%
Psikis   25%
Sosial   15%
Fisik      10%

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki :

Diri kita
Pikiran kita
terutama hati kita dan bergaul dengan memperat tali sliahturahmi, banyak bersedekah, berempati pada sesama manusia agar kita terhindar dari segala jenis penyakit.

Hati-hati 
Hindari diri kita dari Rasa iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya, karena itu merupakan sumber penyakit..

SARAN Perbanyaklah Do'a dan jadilah orang yang mudah memaafkan, Lembutkan hati dan ikhlaskan yang sudah terjadi, jangan pelit, banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun itu. 
Jalin persaudaraan dan eratkan tali sirahturahmi dan selalu mengajak aerta mengingatkan dalam kebaikan,  serap ilmu dari arah mana saja, Dari sahabat maupun bukan.

SILAHKAN MENCOBA MENGOBATI DIRI SENDIRI..DAN RASAKAN PERUBAHAN KESEHATAN ANDA

SEMOGA BERMANFAAT
(MasGatot) 
Selanjutnya.... »

Lebaran Kupat Tradisi Kuno Suku Jawa yang hingga kini masih ada

Ilustrasi Lebaran Kupat (istw)
Jakarta, (Depokini) - Dalam tradisi Suku Jawa, dikenal Lebaran Ketupat, yang dilaksanakan 7 hari setelah hari raya Idul Fitri. Tetapi, darimana asal muasal dan maknanya ?.... Mungkin tulisan ini bisa sedikit menjelaskannya dan memberi gambaran Lebaran Kupat. 

SEJARAH KETUPAT
Konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.  Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Tradisi Lebaran Kupat (istw) 
Arti Kata Ketupat
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. 
Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari :
Ngaku Lepat dan ~ Laku Papat.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.

NGAKU LEPAT
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat 
(mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

LAKU PAPAT
1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.

LEBARAN
Sudah usai, 
menandakan berakhirnya waktu puasa. 

LUBERAN
Meluber atau melimpah, 
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

LEBURAN
Sudah habis dan lebur. 
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis 
karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

LABURAN
Berasal dari kata labur, 
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air 
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT - LEPET

Ilustrasi membuat kulit Ketupat
KUPAT
Kenapa mesti dibungkus JANUR ? 
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ). 
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti 
KUPAT YANG DIBELAH, 
pasti isinya putih bersih, 
hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? 
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja'a nur). 

LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
Jadi setelah ngaku lepet, 
meminta maaf, 
menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, 
jangan diulang lagi, 
agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET.

Semoga bermanfaat.
(MasGatot) 
Selanjutnya.... »

Promosikan Kawasan Wisata Geopark Nasional dengan Sail to Natuna Wisata

Pesona Natuna Suguhkan Kekayaan Wisata Geopark
Natuna/Kepri (depoKini) - Dihadiri oleh  32 yachter (peserta) mancanegara yang ambil bagian dalam Sail to Natuna dimanja menikmati pesona keindahan beberapa destinasi, seperti Batu Sindu, Pulau Senua, Masjid Agung Natuna, dan Alif Stone Park. Rally layar internasional Sail to Natuna yang digelar pada 10-15 Juni 2019 jadi ajang promosikan Natuna dan sekitarnya, sebagai kawasan wisata Geopark Nasional. 

Letak Natuna/Kepri yang terbentang dari bagian selatan hingga ke utara, dan menutupi hampir separuh sisi timur Pulau Bunguran. Batuan granit di dalamnya menjadi daya tarik utama dari situs Geopark Natuna ini. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengatakan, luas kawasan yang dimiliki Natuna memang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Geopark Nasional. 
Even Sail to Natuna Sematkan Pesona Wisata Geopark

“Konon, usia batuan granit tersebut sudah mencapai ratusan juta tahun. Sangat menarik untuk diteliti, setidaknya ada 8 geoside yang masuk dalam Geopark Natuna yaitu Pulau Akar, Batu Asah, Gunung Ranai, Pantai Gua, Kamak, Pulau Senua, Pulau Stanau, Senubing, dan Tanjung Datuk. Ini potensi wisata yang luar biasa,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Natuna Hardiansyah, menambahkan sertifikat penetapan atas status tersebut telah diterbitkan Komite Nasional Geopark Indonesia di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir November 2018. Masuknya Natuna dalam jajaran Geopark Nasional menjadi nilai tambah bagi pariwisata lokal dan nasional (ay/ma). | Foto: Dok.Kemenpar/abri | Jaringan Tanah Impian

Selanjutnya.... »

Rabu, 12 Juni 2019

UNWTO : Ubud jadi Destinasi Gastronomi Pertama di Dunia

Ubud menuju Destinasi Wisata Gastronomi Dunia
Bali (depoKini) - Ubud Kabupaten Gianyar, Bali, akan menjadi destinasi wisata gastronomi dunia, dengan standar dan sertifikasi yang dikeluarkan dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO). Saat jumpa pers di Jakarta, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan penetapan Ubud ini akan menjadi contoh bagi destinasi lainnya di Indonesia (11/6).

“Secara holistik penetapan dan penilaian Ubud sebagai destinasi gastronomi merupakan yang pertama di dunia. Dan ini menjadi contoh untuk daerah lainnya seperti Bandung dan Joglosemar,” ucap Menpar Arief Yahya.


Menurut Arief, penilaian oleh UNWTO dan dilakukan mulai proses verifikasi dan analisis melalui metode yang cukup detail.


Jumpa pers juga dihadiri Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau, Project Specialist UNWTO Aditya Amaranggana, dan Lead Experts UNWTO Roberta Garibaldi. Vita Datau menambahkan, Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka Ubud dapat ditetapkan sebagai destinasi wisata gastronomi prototype UNWTO, yang telah sesuai dengan gastronomy destination development guideline UNWTO (aa/rm) | Foto: Dok. Kemenpar | Jaringan Tanah Impian


Selanjutnya.... »

Sabtu, 01 Juni 2019

Ketua RW.10 Lepas Santri Pulang Kampung

Para santri berpose bersama dengan wakil Ketua DKM Masjid Al Marhamah, H. Edwi dan juga tokoh masyarakat, bpk. Udin
Depok, (Depokini) - Bertepatan pada malam 27 Ramadan atau tanggal 31 Mei 2019, sembilan dari 11 orang Santri yang berasal dari Pesantren Pemberdayaan Ummat - AN NAHL, Pamijahan Kabupaten Bogor di lepas oleh Ketua RW. 10, Jean Erick Sitanggang untuk pulang kampung ke Cianjur. Pelepasan di laksanakan di Masjid Al Marhamah, pada jumat malam, (31/5/2019).

Selama lebih kurang 10 hari di Masjid, ke 11 santri tersebut membantu kegiatan di masjid, diantaranya memberikan kuliah tujuh menit atau yang lebih dikenal dengan istilah Kultum yang dilaksanakan selepas sholat azhar, menjadi bilal, memberikan bimbingan kepada anak anak di lingkungan erwe 10 dalam hal tata adab berwudhu, dan juga mengaji.  
Mereka juga turut membantu membagikan ta'jil dan menjaga kebersihan lingkungan masjid.

Saat santri senior sampaikan ucapan terima kasih, tampak Ketua RW. 10, Jean Erick Sitanggang (koko putih) dan Ustad Heri Pratomo, Imam Masjid Al Marhamah
Semalam, selepas sholat taraweh 9 orang santri mudik sementara sisany tetap di masjid, dan baru akan mudik pada 2 hari mendatang. 

Acara pelepasan ke sembilan santri dikemas dengan sederhana namun tetap membawa kesan mendalam, baik bagi pengurus dan warga RW.10, DKM, ibu ibu pengajian maupun bagi santrinya itu sendiri. 

H. Pepen selaku tokoh masyarakat tengah memberikan bingkisan kepada Pembimbing para santri, Ust. Agung
Rasa haru pun tersembul tatkala salah seorang santri senior menyampaikan kata perpisahan sekaligus ucapan terima kasih, kepada pengurus DKM, Ketua RW beserta pengurus dan tentunya warga RW. 10 yang bagi mereka (baca:para santri) telah dianggap sebagai orangtua mereka sendiri.

Dalam acara pelepasan tersebut, para santri, baik yang hendak mudik maupun yang masih standby di masjid menerima bingkisan dari pengurus DKM, pengurus RW, ibu-ibu pengajian dan dari beberapa warga.

Hadir pada acara tersebut, para tokoh masyarakat selaku pinisepuh RW.10 diantaranya, H. Hardjono, H. Pepen, H. Edwi, ibu-ibu pengajian, dan jamaah masjid Al Marhamah.
(masGatot)
Selanjutnya.... »